Percaya TNI-Polri, Bawaslu Yakin Penetapan Suara Pemilu 22 Mei Aman

Minggu, 19 Mei 2019 15:31 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Percaya TNI-Polri, Bawaslu Yakin Penetapan Suara Pemilu 22 Mei Aman Bawaslu akan gelar doa bersama untuk Panwaslu yang gugur. ©2019 Merdeka.com/Nur Habibie

Merdeka.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yakin kondisi saat penetapan hasil rekapitulasi suara pemilu pada 22 Mei akan berjalan dengan aman. Anggota Bawaslu, Fritz Edward Siregar yakin peserta pemilu patuh pada Undang-undang yang belaku serta pihak keamanan TNI/ Polri bisa menjaga keamanan dengan baik.

"Kami percaya bahwa setiap peserta pemilu patuh kepada UU yang berlaku, dan kami juga yakin TNI/Polri juga keamanan ini semua," kata Fridz di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Minggu (19/5).

"Karena ini saya rasa tanggung jawab bukan sekedar tanggung jawab KPU dan Bawaslu, ataupun DKPP tapi tanggung jawab peserta pemilu, pemerintah serta masyarakat," lanjut Fridz.

Dia menjelaskan pihak TNI dan Polri selalu berkoordinasi dengan KPU dan bawaslu dalam segala proses. Sehingga kata Fridz, proses akan berjalan aman sampai pengumuman berlangsung.

"Sehingga memberikan keyakinan kepada kami bahwa proses ini berjalan aman dan tertib, dan bisa selesaikan dengan aman," ungkap Fridz.

Sampai saat ini pihaknya pun belum pernah mendapatkan ancaman dari pihak luar. Dia yakin pihaknya bekerja dengan baik. "Sampai sekarang enggak pernah dapat ancaman apa-apa dan kami selama ini kami telah melakukan pekerjaan dengan baik," lanjut Fridz.

Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan, rencana teroris itu ingin dilancarkannya pada 22 Mei 2019.

"Targetnya ada dua. Target pertama itu thogut. Kemudian target kedua pada pada 22 Mei di depan KPU," ujar Dedi, di kediaman terduga teroris berinisial E alias AR (51), Naggewer, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu (18/5)

Menurut dia, adanya gembar-gembor pergerakan massa ke Jakarta pada 22 Mei 2019 justru menjadi momentum bagi para teroris untuk mencari eksistensi.

"Momentum itu dimanfaatkan oleh kelompok teroris, untuk memberitahukan bahwa kelompok mereka masih eksis," ungkap Dedi. [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini