Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Peran perbankan sangat dibutuhkan untuk tingkatkan kualitas UMKM di Jatim

Peran perbankan sangat dibutuhkan untuk tingkatkan kualitas UMKM di Jatim Gus Ipul usai nonton Kartini. ©2017 merdeka.com/moch. andriansyah

Merdeka.com - Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf mengatakan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) ditumpang oleh 3 sektor industri yaitu industri olahan, industri olahan tembakau, dan industri kecil dan menengah (UMKM).

"Dari tiga sektor industri itu paling besar adalah UMKM yang terdapat 92 persen lebih dari PDRB Jawa Timur. Karena itu ke depan, sektor UMKM akan menjadi prioritas peningkatan pemerintah Jawa Timur," katanya dalam acara Coffe Moorning Proses Ekonomi Jawa Timur, Rabu (17/1) di Surabaya.

Ditambahkan Gus Ipul, posisi kedua adalah sektor industri olahan yang mencapai 30 persen itu, Industri olahan ini di antaranya makanan dan minuman (mamin). Kemudian selanjutnya tembakau, yang mencapai sekitar 20 persen lebih.

"Ternyata sektor olahan tembakau di Jawa Timur juga besar," kata dia.

Kata Gus Ipul, sektor-sektor yang selama ini sangat menahan PDRB ini perlu perhatian serius.

"Ke depan kita akan mengejar pertumbuhan industri di atas pertumbuhan ekonomi. Dengan meningkatnya pertumbuhan industri maka kemiskinan, pengangguran akan sangat berkurang," katanya.

Sementara itu, kata Gus Ipul, sektor perdagangan Jawa Timur mengalami peningkatan yang sangat signifikan.

"Di tahun 2017 sektor perdagangan kita mencapai Rp 1.500 triliun lebih. Dari angka itu Rp 500 triliun lebih itu perdagangan antara negara. Dan Rp 1000 triliun lebih perdagangan antar provinsi. Artinya, perdagangan antar negara dengan Jawa Timur kita mengalami minus. Tetapi, perdagangan antar provinsi surplusnya sekitar Rp 100 triliun lebih," katanya.

Menurut Gus Ipul, perdagangan yang sekarang mengalami perkembangan yang sangat pesat adalah keberadaan digital marketing atau e-commerce. Digital marketing ini di tengah masyarakat mempunyai pengaruh sangat besar. Maka, jika tidak diimbangi dengan produk oleh warga Jawa Timur, nantinya akan menjadi masalah di masa mendatang.

"Persoalan inilah yang sekarang kita pelajari untuk melihat celah pasar. Sehingga peluang-peluang produk yang cukup laris akan kita kembangkan ke depannya," katanya.

Gus Ipul menilai, masyarakat sekarang ini lebih cenderung pada barang ataupun produk import. Seperti barang dari China yang masuk ke Indonesia.

"Karena itu kita berharap produk-produk yang dihasilkan oleh UMKM yang kita bina selama ini mampu bersaing di pasar internasional," ujarnya.

Karena itu, lanjut Gus Ipul, pemerintah Jawa Timur berharap peran perbankan ke depan lebih ditingkatkan dalam membantu meningkatkan peningkatan kualitas dan kuantitas UMKM di Jawa Timur.

"Saya berharap perbankan itu memberikan dukungan atau back up di dunia perdagangan," katanya. (mdk/paw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP