Penyerang Mabes Polri Perempuan, DPR Minta Polwan Dioptimalkan dalam Pengamanan

Kamis, 1 April 2021 11:05 Reporter : Arie Sunaryo
Penyerang Mabes Polri Perempuan, DPR Minta Polwan Dioptimalkan dalam Pengamanan Pengamanan di Mabes Polri. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Anggota Komisi III DPR RI, Eva Yuliana mengatakan, jaringan pelaku teror saat ini sedang panik. Terbukti, serangan yang dilakukan oleh seorang perempuan di Mabes Polri, Rabu kemarin terlihat sangat tidak terlatih. Selain itu sasarannya juga tidak tepat.

“Kalau melihat aksi penembakan dilakukan tempat yang menjadi pusat kendali keamanan masyarakat, Mabes Polri, dan dilakukan oleh seorang perempuan dengan sikap dan gelagat yang tampak sangat tidak terlatih, menurut saya, saat ini jaringan para pelaku teror sedang panik,” ujar Eva Kamis (1/4).

Anggota DPR RI asal Dapil V Jawa Tengah itu mengapresiasi kesiapan dan kesigapan petugas kepolisian. Sehingga mereka berhasil melumpuhkan pelaku yang lebih dahulu melakukan aksi penembakan.

Eva menjelaskan, kesiapan dan kesigapan petugas teruji dalam menangani persoalan gangguan keamanan. Dalam hal ini aksi terror yang diduga dilakukan jaringan-jaringan teroris lama yang hingga kini masih berusaha eksis.

Terbukti, hanya dalam hitungan hari, polisi berhasl mengungkap satu per satu keterlibatan pelaku dan jaringannya dalam kasus bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3) lalu.

“Profesionalisme dan kemampuan Polri dalam menanggulangi aksi teror dan pemulihan keamanan sangat meyakinkan. Tapi, hal ini rupanya justru menjadi pemicu bagi para pelaku teror dan jaringannya semakin membabi buta. Mereka menyerang langsung ke jantung kendali Mabes Polri. Itu pun tampak dikerjakan asal/asalan lagi. Melihat hal ini, menurut saya rasa mereka (jaringan teroris) kini sedang panik,” katanya lagi.

Secara khusus dirinya memberikan dukungan semangat untuk Polri agar tetap siap dan sigap mengantisipasi segala kemungkinan. Eva juga berharap, Polri segera mengusut tuntas aksi penembakan di Mabes Polri. Terutama, mengungkap hingga ke akar-akarnya siapa saja yang terkait dalam sistem jaringan pelaku.

Berpijak dari beberapa kejadian terakhir, ia melihat saatnya kini mengoptimalkan peran Polwan dalam tindakan-tindakan pencegahan dan kewaspadaan dini. Saatnya, kebijakan segera untuk melakukan mengoptimalkan peran Polwan dalam pengamanan.

"Saya melihat keterlibatan perempuan dalam langkah pencegahan dan pengamanan sangat kurang. Padahal untuk masuk ke objek vital, perlu ada pemeriksaan maksimal. Itu harus dipastikan keamanannya dan dilakukan tidak oleh lawan jenis. Kejadian di Mabes Polri, di mana pelakunya adalah perempuan, menjadi pembelajaran berharga untuk segera melakukan optimalisasi Polwan dalam pengamanan,” ujar dia.

Ia berharap peristiwa kekerasan dan tragedi kemanusian seperti ini betul-betul menjadi yang terakhir terjadi.

“Perang terhadap aksi teror memang belum selesai. Tapi, kita telah selangkah lebih menang. Tetap siap, sigap, dan waspada. Kita tidak boleh kalah dengan segala bentuk teror terhadap keamanan bangsa dan negara tercinta ini. Masyarakat juga saya minta tetap tenang. Percayakan sepenuhnya penanganan sebentuk aksi kekerasan seperti ini kepada petugas TNI/Polri. Saya sangat optimis, kita bisa menyelesaikan semuanya segera,” pungkas dia.

ZA terkonfirmasi sebagai sosok di balik orang yang terlibat baku tembak dengan polisi di Kompleks Mabes Polri. Menurut Listyo, dari identifikasi sidik jari dan wajah pun menunjukkan kebenaran identitas pelaku teror di Mabes Polri tersebut sama dengan yang beredar di media sosial.

"Yang bersangkutan adalah tersangka atau pelaku lone wolf yang berideologi radikal ISIS. Ini dibuktikan dari postingan yang bersangkutan di sosial media," ujar Listyo.

Penelusuran lebih lanjut, ZA merupakan mahasiswa semester 5 yang berstatus drop out. Lewat akun Instagramnya juga ditemukan unggahan bernada ISIS. [ray]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini