Advertisement
Kericuhan terjadi saat eksekusi lahan 1 hektare dan ruko enam pintu di Jalan Baru, Payo Selincah, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi, Senin (18/12). Seorang anggota Polri terluka dalam peristiwa itu.
Peristiwa itu viral di media sosial. Anggota kepolisian yang terluka bertugas di Ditreskrimum Polda Jambi.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jambi Kombes Pol Andri Ananta Yudhistira membenarkan anggotanya mengalami luka akibat sabetan sajam saat PN Jambi melakukan eksekusi.
"Iya, benar anggota kita ada yang terluka dan saat ini sudah mendapatkan perawatan di RS Bhayangkara. Untuk lukanya sudah dijahit," katanya.
Advertisement
Dia memaparkan, provokator dalam peristiwa itu sudah diamankan di Polresta Jambi. "Sudah tiga orang diamankan. Saat ini sedang dalam pemeriksaan dan akan kita lihat perannya masing-masing," ujarnya.
"Jadi di lokasi kerusuhan tersebut didapatkan senjata tajam (badik) dan saat ini sudah diamankan pihak kepolisian," tutupnya.
Namun, Kapolresta Jambi Kombes Pol Eko Wahyudi mengatakan bahwa personel kepolisian yang terluka itu bukan akibat sabetan senjata tajam. "Saya tegaskan bukan karena sabetan senjata tajam melainkan jatuh dan mengakibatkan luka di lutut kemungkinan terkena besi," katanya saat diwawancarai.
Dia mengatakan, anggota Polri yang terluka sempat dikeroyok massa. Petugas sudah mengamankan empat orang yang diduga terlibat kejadian itu. Mereka dibawa ke Polresta Jambi.
Keempat orang yang diamankan berinisial ZZ, AW, I dan MM. "Dalam hal ini untuk 4 orang ini masih penyidikan oleh Kasat Reskrim," jelas Eko.
"Kita juga menemukan dua bilah senjata tajam jenis badik, selain itu anggota juga menemukan botol yang diduga berisi minyak. Namun masih kita selidiki," imbuhnya sembari memaparkan suasana di lokasi sudah aman dan kondusif.
Advertisement