Penjual Pastel Korban Bully di Pangkep Dapat Beasiswa dan Sepeda Motor

Selasa, 19 Mei 2020 14:25 Reporter : Salviah Ika Padmasari
Penjual Pastel Korban Bully di Pangkep Dapat Beasiswa dan Sepeda Motor Ilustrasi Bullying. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Bocah R (12), warga Kecamatan Ma'rang, Kabupaten, Pangkep, Sulawesi Selatan yang menjadi korban bully di kampungnya mendapat bantuan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. R sering menjadi korban bully, bahkan video-video terkait dirinya banyak bertebaran di sosial media.

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengundang R ke rumah jabatan. R didampingi Kapolres Pangkep AKBP Ibrahim Aji memenuhi undangan dan menerima hadiah sepeda motor dan beasiswa.

"Hari ini kita beri semangat supaya semangat hidup tetap tinggi karena ananda ini salah satu tulang punggung keluarga juga. Setiap hari tetap sekolah kelas V SD, sore bantu keluarga jualan jalangkote (pastel). Dari saya pribadi berikan beasiswa untuk 3 tahun yang tiap bulannya Rp500 ribu. Ini ada juga sepeda motor listrik. Belum bisa gunakan motor, tapi bisa digunakan bapak atau ibunya," kata Nurdin Abdullah kepada wartawan, Selasa (19/5).

Nurdin berharap kasus bully maupun penganiayaan yang menimpa R dalam membantu perekonomian keluarga tidak lagi terjadi. "Hari ini banyak yang memberikan support. Insya Allah akan jadi orang yang berguna bagi bangsa dan negara. Anakda ini juga masa depan bangsa jadi berharap tidak ada lagi kejadian seperti yang dialaminya," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Firdaus (26), warga Jalan Tanete, Kelurahan Bonto Bonto, Kecamatan Ma'rang, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel) ditangkap polisi setelah video berisi rekaman aksinya menganiaya R.

Kapolsek Ma'rang, Iptu Sofyanto yang dikonfirmasi menjelaskan, penganiayaan tersebut terjadi pada Minggu (17/5) pukul 17.30 WITA, jelang berbuka puasa.

Saat itu, korban menggunakan sepeda berjualan jalangkote. Dia istirahat di lapangan Bonto Bonto sambil bercanda berkata dalam bahasa Bugis iya' tolo'na Ma'rang yang artinya saya orang jagonya Ma'rang.

Perkataan itu didengar oleh Firdaus dan teman temannya. Dia emosi dan memukul kepala belakang korban sambil kemudian mendorongnya. Korban yang bertubuh tambun itu tersungkur bersama sepedanya.

"Korban alami lecet pada lengan kiri. Pelaku Firdaus dijemput jajaran SPKT dan Sabhara Polres Pangkep dan diamankan karena banyaknya keluarga korban berkumpul di Polsek. Keterangan korban juga diambil," kata Sofyanto, Senin, (18/5).

Ditambahkan, selain pelaku, teman-temannya yang ada di dalam video juga diminta keterangan di Mapolres Pangkep.

"Ada juga satu video lainnya yang menggambarkan seorang remaja laki-laki menghalang-halangi laju sepeda R saat tengah berjualan. Karena diganggu itu, R terjatuh bersama sepedanya masuk parit di pinggir lapangan. Ini kejadian dua bulan lalu. Pelaku remaja ini juga sementara diambil keterangannya termasuk perempuan yang mengambil gambar video yang suaranya terdengar tertawa," pungkas Sofyanto.

Kasat Reskrim Polres Pangkep, AKP Anita Taherong yang juga dihubungi membenarkan kasus perundungan ini. Kata dia, pelakunya telah diamankan. Motif Firdaus menganiaya lantaran tidak terima dengan perkataan korban. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini