Penjelasan RSPI Sulianti Saroso Soal Pasien Negatif Corona Meninggal

Rabu, 18 Maret 2020 19:38 Reporter : Ronald
Penjelasan RSPI Sulianti Saroso Soal Pasien Negatif Corona Meninggal RSPI Sulianti Saroso. ©2020 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof dr Sulianti Saroso Mohammad Syahril menuturkan, ada satu pasien yang meninggal dunia. Namun pasien itu dinyatakan negatif virus Corona.

Syahrial menjelaskan kronologinya. Pasien tersebut masuk ke RSPI pada 16 Maret 2020. Dia dirujuk dari salah satu rumah sakit lantaran mengalami pneumonia berat atau acute respiratory distress syndrome (ARDS).

"Meninggal tadi pagi pukul 02.25 WIB. Yang meninggal satu orang itu negatif (virus corona) ya," tegas Syahril di kantornya, Rabu (18/3).

Meski tak ada riwayat kontak langsung dengan pasien positif Corona, pasien tersebut langsung diisolasi karena berada dalam kondisi pneumonia.

"Meski tak ada kontak langsung tapi pasien ini dalam keadaan pneumonia, karena daerah ini sudah kita anggap pandemi maka kita masukkan di ruang isolasi. Dan ternyata memang negatif. (Hasil laboratorium) Sudah, hari ini sudah keluar, negatif," ucapnya.

Berdasarkan pemeriksaan tim dokter, pasien tersebut ternyata memiliki penyakit bawaan yakni hipertensi dan diabetes melitus tipe 2.

"Memang diagnosisnya itu ARDS kemudian disertai dengan hipertensi dan diabetes melitus tipe 2," katanya.

RSPI berupaya menyembuhkan seluruh pasien yang berada di ruang isolasi. Syahril menegaskan, secara umum keadaan pasien yang dirawat baik. Namun ada dua pasien harus menggunakan oksigen bertekanan tinggi.

"Ada dua orang yang memang memerlukan perawatan khusus dan saat ini menggunakan high flow oxygenation. Artinya suatu oksigen dengan tekanan tinggi," ujar Syahril.

Dua pasien tersebut mengalami gangguan pernapasan atau gejala pneumonia. Sehingga keduanya harus menggunakan alat bantuan untuk bernafas.

"Nanti kita lihat perkembangannya apakah perlu dilakukan pemasangan ventilator atau tidak. Kalau dengan oksigen tekanan tinggi tidak berasa, baru dipakaikan ventilator," katanya. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini