Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penjelasan BMKG soal cuaca panas yang melanda Jakarta

Penjelasan BMKG soal cuaca panas yang melanda Jakarta Ilustrasi cuaca panas. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Pakhnyushcha

Merdeka.com - Cuaca panas terasa di Jakarta dalam sepekan terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat suhu udara berkisar di angka 34-37 derajat Celsius.

Humas BMKG Hary Djatmiko mengatakan suhu tersebut masih berada dalam kondisi normal. Menurutnya, penyebab suhu udara meningkat karena matahari tepat berada di garis khatulistiwa.

Ternyata, suhu tinggi tidak hanya terjadi di DKI Jakarta, tetapi juga di bagian Pulau Jawa lainnya, Bali hingga Nusa Tenggara.

"Kondisinya normal, manakala matahari berada di sekitar khatulistiwa bisa di sebelah selatan, tepat di khatulistiwa, maupun di selatan khatulistiwa," ujar Humas BMKG Hary Djatmiko saat dihubungi oleh Liputan6.com, Selasa (9/10).

Gerak semu matahari ini mengakibatkan radiasi matahari yang masuk cukup maksimal sehingga menimbulkan cuaca panas. Hary menyebut kondisi ini bersifat fluktuatif lantaran Indonesia sedang mengalami musim pancaroba dari kemarau ke hujan.

"Sudah mulai ada tanda-tanda pembentukan awan di wilayah Banten, tapi enggak merata," ungkap Hary.

Cuaca panas ini sangat bergantung pada kelembapan udara. Hal ini karena kelembapan udara akan memengaruhi terbentuknya awan hujan.

"Seiring dengan pembentukan awan hujan yang merata, sekitar pertengahan atau akhir Bulan Oktober," tandasnya.

Sumber : Liputan6.com

(mdk/ray)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP