Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penimbun 4.000 Masker di Semarang Berjualan Lewat Situs Online

Penimbun 4.000 Masker di Semarang Berjualan Lewat Situs Online Penangkapan Penimbun Masker di Semarang. ©2020 Liputan6.com/Gholib

Merdeka.com - Pelaku penimbunan masker di Semarang bertambah. Setelah menangkap Kurniawan (45) warga Semarang Timur dan Merriyati (24), Direktorat Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Jateng memeriksa satu orang penimbun masker dan antiseptik gel di Semarang yakni Mihong (24). Total yang dalam pemeriksaan sudah tiga orang. Polisi masih memburu pelaku lainnya.

"Kegiatan transaksi melalui online itu menjadi dasar kami melakukan penggrebekan tadi malam. Tapi kita kembangkan dulu pemeriksaannya, ada kemungkinan banyak pelaku lain yang menimbun," kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna di Polda Jateng, Rabu (4/3).

Dia mengungkapkan dari hasil pemeriksaan bahwa modus para pelaku ini sengaja menimbun untuk mencari keuntungan sendiri sejak bulan Februari 2020. Sampai saat ini barang yang dijual mencapai 12 karton masker.

"Jadi mereka beli barang lantas dijual promosi lewat medsos. Untuk masker harga normal Rp45.000 dijual Rp275.000. Antiseptik dari harga normal Rp30.000 dijual Rp130.000. Ini yang menyebabkan masker dan antiseptik di wilayah Jateng langka," ujarnya.

Sementara itu Direktur Kriminal Khusus Polda Jateng Kombes Pol Budi Haryanto mengatakan sampai saat ini pihaknya tetap melakukan penindakan yang dilakukan oleh oknum penimbun menindak sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo.

"Kita terus telusuri pelaku penimbunan barang yang saat ini dianggap langka masker pembersih tangan antiseptik berkaitan dengan virus corona itu," tegasnya.

Budi mengklaim sudah masuk banyak laporan dari masyarakat terkait penimbunan masker dan hand sanitizer yang sedang ditelusuri. Sebagai contoh wilayah Pantura Jateng kesediaan masker dan antiseptik sudah langka.

"Mulai dari Brebes hingga Kendal ke Pantura timur saja sudah langka kesediannya. Lebih dari 5 dan sedang kita telusuri baik langsung maupun melalui patroli cyber," tutup Budi Haryanto.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP