Penggusuran ricuh, polisi balas lemparan batu dengan gas air mata
Merdeka.com - Proses penggusuran rumah di tepi rel kereta api, Jalan Ampera, Medan, Rabu (23/11), sempat diwarnai kericuhan. Petugas yang tengah melakukan pembongkaran dilempari dengan batu oleh warga setempat.
Petugas langsung berhamburan untuk menghindari batu. Polisi yang mengawal penggusuran tak tinggal diam. Polisi membalas lemparan batu dengan menembakkan gas air mata. Penggusuran pun terhenti.
Setelah sempat terjadi kericuhan, proses penggusuran ditunda. Penundaan dilakukan setelah anggota DPRD Medan menyampaikan permintaan warga agar diberi waktu memindahkan barang-barangnya.
"Tadi kami sudah mendapat kesepakatan, beri warga dan teman-teman ini kesempatan untuk pindah sampai hari Minggu, setelah itu lakukan pembongkaran," kata Boydo Panjaitan, anggota DPRD Medan.
Permohonan itu dikabulkan. PT KAI menarik personel gabungan dan eskavator dari lokasi.
Sebelumnya, PT KAI berencana menertibkan bangunan-bangunan yang ada di sepanjang bantaran rel kereta api di Jalan Ampera, Kelurahan Glugur Darat II Kecamatan Medan Timur.
"Kita lakukan penertiban dari Km 0 sampai 3 yaitu dari Stasiun Besar Medan sampai Pulo Brayan. Penertiban ini dilakukan untuk memperlancar pembangunan elevated track atau jalur layang," kata Humas PT KAI Divre I Sumut Joni Martinus.
Bangunan yang akan ditertibkan dihuni 174 KK. Sebelumnya 609 KK sudah bersedia membongkar sendiri rumahnya. "Warga yang membongkar sendiri bangunannya sudah mendapatkan uang bongkar Rp 1,5 juta," ucapnya.
Penggusuran ini mendapat pengawalan 1.753 personel gabungan polisi, Polisi Khusus Kereta Api, Satpol PP dan TNI. Sejumlah rumah sudah diratakan dengan tanah, sebelum penundaan penertiban disepakati. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya