Pengamat Nilai Aksi Teroris Sasar Polisi Berkolerasi dengan JAD

Sabtu, 16 November 2019 10:46 Reporter : Merdeka
Pengamat Nilai Aksi Teroris Sasar Polisi Berkolerasi dengan JAD Pengamat Gerakan Islam Zaki Mubarak. ©2019 liputan6.com

Merdeka.com - Aksi penyerangan teroris ke polisi menggunakan bom, kembali terjadi di Medan Rabu 13 November 2019 kemarin. Kurang lebih 70 persen pola penyerangan sejak 2010 menyasar aparat Kepolisian.

Pengamat Gerakan Islam, Zaki Mubarak, mengakui memang 10 tahun terakhir di kalangan Jihadis, doktrin penyerangan mereka berubah. "Mereka menyatakan bahwa sasaran utama yang dianggap thogut adalah aparat berbaju coklat," kata Zaki dalam sebuah diskusi di bilangan Jakarta Pusat, Sabtu (16/11).

Dia pun menyebut, sejumlah pelaku, sekitar 80 persen memiliki koneksi dengan JAD. Baik secara struktural maupun fungsional.

"Sejumlah pelaku sekitar 80 persen itu memiliki koneksi dengan JAD, baik secara struktural maupun fungsional. Secara struktural berarti ada di dalam pengurusan, secara fungsional berarti ideologinya sama," ungkap Zaki.

Karenanya, dia merasa yakin bahwa serangan di Medan, memang memiliki kaitan dengan JAD secara ideologinya. "Di Medan, saya yakin secara fungsional, ideologi, mereka punya kaitan dengan JAD," tegas Zaki.

Menurutnya, tidak ada kelompok lain selain JAD yang menjadikan pihak aparat keamanan sebagai targetnya. "Karena kelompok jihad selain JAD itu tidak menjadikan polisi sebagai sasaran. Misalnya Jama'ah Islamiyyah, itu tak menempatkan polisi sebagai yang harus dihabisi," pungkasnya.

1 dari 2 halaman

Pascabom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, 14 Terduga Teroris Ditangkap

Polisi menyatakan saat ini total sebanyak 14 orang diamankan terkait bom bunuh diri yang terjadi di Markas Komando Polres Kota Besar (Polrestabes) Medan pada Rabu (13/11).

"Yang jelas, dari kejadian kemarin ada 14 orang yang sudah dilakukan pengamanan," kata Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto usai menjenguk korban bom bunuh diri, di RS Bhayangkara Medan, Jumat (15/11) malam seperti dikutip Antara.

Agus berjanji, pihak kepolisian akan terus menindaklanjuti kasus ini sampai tuntas demi memberikan rasa aman kepada masyarakat.

"Terorisme adalah musuh kita bersama, mari kita rapatkan barisan, kita perangi bersama. Tidak ada ajaran agama yang mengajarkan seperti ini, (terorisme) ini bukan ajaran agama," ujarnya.

2 dari 2 halaman

9 Orang Berpotensi Tersangka

Agus juga menyebutkan sebanyak 9 orang berpotensi menjadi tersangka. "Dari kejadian kemarin ada 14 orang yang sudah dilakukan pengamanan, dan yang berpotensi tersangka ada sembilan orang," ujarnya.

Meskipun tidak merinci identitas 9 orang yang berpotensi menjadi tersangka tersebut, Agus menegaskan jumlah ini masih bisa bertambah sesuai perkembangan hasil penyelidikan yang dilakukan.

Ketika ditanya mengenai pelaku berafiliasi ke kelompok mana, Agus enggan untuk menjawabnya. "Kalau jaringan, nanti yang menjelaskan biar dari Densus atau Mabes Polri saja ya," katanya.

Reporter: Putu Merta Surya Putra

SUmber: Liputan6

[bim]

Baca juga:
Pascabom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, 14 Terduga Teroris Ditangkap
Curhat Menko Polhukam Mahfud MD, Pernyataannya Kerap Diadu Domba dengan Pejabat Lain
Kapolda Sumut Sebut Modus Pelaku Teroris Tinggal di Kontrakan dan Tak Bersosialisasi
Aksi Bom Bunuh Diri karena Kurangnya Kajian Jihad Sesuai Konstitusi
Buya Syafii Sebut Pelaku Bom Bunuh Diri Penganut Teologi Maut
Mendagri Sebut Cegah ASN Terpapar Radikalisme Dimulai dari Kemenpan RB
Wapres Ma'ruf Pimpin Rapat Penanggulangan Aksi Terorisme

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini