Pengacara Mengaku Tak Dilibatkan Saat RA Berdamai dengan Eks Pejabat BPJS TK

Minggu, 8 Desember 2019 13:49 Reporter : Merdeka
Pengacara Mengaku Tak Dilibatkan Saat RA Berdamai dengan Eks Pejabat BPJS TK Haris Azhar. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Haris Azhar, Penasehat Hukum RA, seorang terduga korban pelecehan seksual dilakukan oleh SAB mantan atasannya di BPJS, mengaku tak mengetahui dan merasa tak dilibatkan dalam perdamaian yang dilakukan antar kliennya yang ditulis lewat secarik surat bermaterai tertanggal 26 November 2019.

"Saya enggak dikonsultasikan, ada perdamaian yang saya enggak ngerti sebetulnya mekanisme apa yang dilakukan polisi sama para pihak itu, tapi seperti ada upaya (agar) saya untuk tidak dilibatkan," kata Haris saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon, Minggu (8/12).

Seperti diketahui, dalam surat dituliskan RA, RA mengaku menyesal telah melakukan tuduhan dan fitnah kepada SAB atas dugaan tindak pelecehan seksual yang tidak benar. RA juga meminta maaf atas perbuatannya yang telah menyebabkan nama baik dan kehormatan SAB tercemar sebagai anggota dewan pengawas BPJS.

1 dari 1 halaman

Polisi Dianggap Tidak Serius

Menanggapi surat itu, Haris mengakui bahwa dengan surat kliennya tersebut kasus dianggap selesai. Kendati Haris berpandangan bahwa sebenarnya polisi tidak terlalu serius untuk menindaklanjuti laporan dilayangkan kliennya.

"Sebetulnya untuk membuktikan benar atau tidak ya harusnya polisi kerja dulu, yang kedua forensik psikologis terhadap korban itu kan juga harusnya dilakukan, enggak pernah ada penyelidikan yang seharusnya ya, jadi tiba-tiba mereka berujung damai, tapi yang saya lihat di korban cukup depresif," Haris menandasi.

Karena kasus ini di mata hukum dianggap selesai, SAB seorang mantan anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, memohon untuk tidak lagi mengorek luka. Dia pun bersedia memaafkan segala tuduhan terhadap dirinya.

"Saya telah memaafkan segala fitnah keji dan tidak benar terhadap saya dan semua telah dibuktikan di jalur hukum," kata SAB saat jumpa pers di Hotel Ibis, Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Minggu (8/12).

Reporter: M Radityo [ray]

Baca juga:
Korban Dugaan Pelecehan Seksual Minta Maaf, Eks Pejabat BPJS TK Sujud Syukur
Suruh Siswa Onani, Guru PPKN di Malang Berdalih untuk Disertasi
Seorang Guru PPKN di Malang Suruh 18 Siswanya Onani
Seorang Pengasuh Ponpes di Jombang Diduga Cabuli Santriwati
Merasa Laporan Diabaikan Polisi, IRT di Jeneponto Viralkan Kasus Pemerkosaan Anak

Topik berita Terkait:
  1. Pelecehan Seksual
  2. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini