Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penerima zakat di Banda Aceh tahun ini turun menjadi 6.165 fakir-miskin

Penerima zakat di Banda Aceh tahun ini turun menjadi 6.165 fakir-miskin warga antre kupon zakat. ©2013 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Baitul Mal Kota Banda Aceh menyerahkan zakat konsumtif untuk 6.165 fakir-miskin. Penyerahan zakat konsumtif ini secara simbolis diserahkan oleh Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, Jumat (1/6) di Balaikota Banda Aceh.

Setiap mustahik (penerima zakat) masing-masing diberikan untuk fakir Rp 800.000 dan senif miskin menerima Rp 600.000. Zakat konsumtif ini diharapkan dipergunakan untuk kebutuhan selama Ramadan.

"Saya harap para mustahik dapat memanfaatkan zakat ini sebaik mungkin. Prioritaskan dulu untuk yang benar-benar kebutuhan, terutama kebutuhan Ramadan dan persiapan jelang lebaran," pinta Aminullah Usman.

Kepada para Muzakki (wajib zakat), wali Kota menyampaikan apresiasi dan terima kasih karena telah mempercayakan Baitul Mal sebagai lembaga yang mengelola zakat mereka.

Aminullah berharap, akan lebih banyak wajib zakat yang menyalurkan zakatnya ke Baitul Mal Banda Aceh agar dapat disalurkan lebih banyak lagi untuk warga fakir dan miskin, baik zakat konsumtif maupun zakat produktif.

"Karena semakin banyak muzakki maka akan semakin banyak yang bisa kita salurkan. Zakat ini bisa memecahkan persoalan sosial," harap Aminullah.

Katanya, zakat yang disalurkan bukan hanya jenis zakat konsumtif, tapi juga untuk sektor produktif dimana dapat mendorong tumbuhnya perekonomian.

Jumlah penerima zakat menurun dari tahun lalu

Kepala Baitul Mal Kota Banda Aceh, Safwani Zainun mengatakan, jumlah penerima zakat, terutama dari senif fakir dan miskin di Kota Banda Aceh tahun ini menurun dibandingkan tahun 2017.

"Jumlah penerimanya menurun, tahun lalu diangka 6.500 lebih. Hari ini yang kita salurkan sebanyak 6.165 fakir dan miskin," ungkap Safwani Zainun.

Menurutnya, menurunnya jumlah penerima zakat konsumtif senif fakir dan miskin sejalan dengan turunnya angka kemiskinan di Banda Aceh.

"Database warga miskin kita mengacu pada data dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). Jadi data TNP2K yang ada sama kita, kita kirim ke Geuchik (kepala desa) dan mereka yang melakukan verifikasi. Ada warga yang tidak mendapatkan lagi karena tidak tergolong sebagai warga miskin lagi,” jelas Safwani.

Lanjutnya, selain menyalurkan zakat konsumtif, Baitul Mal kota juga menyalurkan zakat produktif untuk warga kota. Seperti memberikan peralatan kerja bagi pemuda yang telah menyelesaikan pelatihan dan magang. Ini merupakan program yang dilakukan dalam rangka menurunkan angka pengangguran.

"Selama bulan Ramadan ini, zakat yang disalurkan mencapai Rp 4,7 M. Hari ini saja angkanya Rp 4,1 M. Nanti kita juga akan menyerahkan santunan untuk anak yatim miskin," ungkapnya.

Pihaknya menargetkan mengumpulkan sebesar Rp 18,6 M tahun ini. "Tahun lalu kita berhasil mengumpulkan zakat Rp 15 M. Tahun ini target kita Rp 18,6 M," ungkapnya.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP