Pendamping PKH di Palembang diduga tilap bantuan warga miskin
Merdeka.com - Seorang pendamping Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) berinisial DA (35) diduga telah menggelapkan uang bantuan bagi warga miskin. Pelaku masih diburu karena kabur sejak kasus ini terungkap.
Hal ini berdasarkan temuan Dinas Sosial Provinsi Sumatera Selatan atas laporan korban yang masuk beberapa waktu lalu. Korban atas nama Rodiah mengaku uang bantuan dari pemerintah sebesar Rp 650.000 tak kunjung diterimanya.
Plt Kepala Dinsos Sumsel, Belman Karmuda mengungkapkan, kasus ini tengah diselidiki oleh anak buahnya, termasuk membantu korban melapor ke polisi. Tindak tegas pasti diberlakukan karena akan memberikan efek jera bagi pendamping lain.
"Ya, memang ada pendamping KPM yang nilap bantuan penerima PKH, totalnya Rp 650.000, sekarang lagi kita selidiki," ungkap Belman, Rabu (20/9).
Dijelaskannya, modus yang dilakukan DA adalah mentransfer uang bantuan ke rekening pribadinya. Hal itu diketahui dari hasil print out rekening milik PKM yang menemukan adanya kejanggalan data penerima.
"DA itu mendampingi 250 penerima di Palembang, apakah ini perbuatan untuk kesekian kalinya masih kita cek. Yang pasti kasus ini harus dipolisikan," tegasnya.
Selain di Palembang, sambung Belman, pihaknya juga menerima laporan serupa dari Lubuklinggau. Hanya saja, hingga saat ini belum didapatkan secara jelas pelaku dan nominal bantuan yang digelapkan.
"Belum dapat informasi lanjutan, tapi kasus di Lubuklinggau itu sama dengan di Palembang," pungkasnya. (mdk/rhm)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya