Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penambangan Bukit Ciwuni bikin geram warga Cilacap

Penambangan Bukit Ciwuni bikin geram warga Cilacap Pertambangan di Bukit Ciwuni. ©2018 Merdeka.com/Abdul Aziz

Merdeka.com - Aktivitas penambangan batu border di perbukitan Ciwuni, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap memantik konflik dengan penduduk setempat. Sebab, kegiatan itu diduga punya andil dalam merusak lingkungan dan fasilitas umum.

Ruas jalan sepanjang empat kilometer di empat desa yakni Ciwuni, Karangjengkol, Keleng, dan Pesanggrahan hancur diduga akibat lalu lintas truk dan alat berat, dari dan menuju tambang. Selain itu, sungai Keleng juga mengalami pendangkalan akibat longsoran dari kegiatan penambangan.

Warga yang geram sempat memblokir jalan dan menghambat lalu lintas armada truk pengangkut batu border. Sebab, saban hari ratusan armada truk bermuatan batu border dengan berat 10 sampai 15 ton hampir 24 jam lalu lalang.

Ketua Forum Masyarakat Peduli Desa, Wardi, mengatakan sudah melakukan dua kali upaya mediasi dengan pihak penambang batu. Namun, sejumlah kesepakatan dibikin seperti perbaikan jalan tak pernah terwujud. Sebab, sudah setahun lebih warga merasa kesulitan karena jalan mereka kini rusak bak kubangan kerbau saat musim hujan, dan berdebu ketika kemarau.

pertambangan di bukit ciwuni

"Aktivitas pengangkutan batu sampai ratusan truk per hari. Sempat terjadi kecelakaan mulai, dari warga yang terserempet sampai meninggal karena tertabrak truk. Sudah jenuh kami dengan jalanan yang rusak," kata Wardi pada merdeka.com, Sabtu (6/1).

Warga menuntut aktivitas penambangan batu dihentikan. Hal itu disebabkan pihak penambang seolah mengabaikan dampak kegiatan mereka yang merugikan warga.

"Dulu sempat ada perjanjian, mobil pengangkutan dibatasi waktu jam 07.00 sampai 17.30. Tapi diabaikan. Jam 2 pagi sudah jalan sampai jam 20.00 malam," lanjutnya.

pertambangan di bukit ciwuni

Keluhan juga disampaikan oleh Sekretaris Forum Masyarakat Peduli Desa, Sugiarto. Dia mengatakan aktivitas penambangan juga merusak lingkungan. Sungai Keleng yang mengitari empat desa itu mengalami pendangkalan. Penyebabnya, wilayah perbukitan ditambang mengalami erosi dan longsorannya mengarah ke sungai.

"Kami jadi susah. Situasi desa jadi tidak nyaman akibat aktivitas penambangan batu besar-besaran," ujar Sugiarto.

(mdk/ary)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP