Penagih Utang Tewas Dicekik Nasabahnya di Bekasi, Jasad Korban Disembunyikan di Bawah Kasur

Jasad korban ditemukan pada Selasa (4/2) dini hari di rumah nasabahnya yang juga pelaku pembunuhan tersebut.

Enriko
Oleh Enriko - Reporter
Penagih Utang Tewas Dicekik Nasabahnya di Bekasi, Jasad Korban Disembunyikan di Bawah Kasur
TKP Penagih Utang Tewas Dicekik di Bekasi (Merdeka.com/Enriko)

Seorang wanita penagih utang bernama Sri Pujiyanti ditemukan tewas di rumah nasabahnya, Desa Sindangmulya, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi. Korban diduga tewas usai dibunuh oleh nasabahnya sendiri.

Korban diduga tewas setelah dicekik oleh pelaku berinisial S (44). Jasad korban ditemukan pada Selasa (4/2) dini hari di rumah nasabahnya yang juga pelaku pembunuhan tersebut.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi, Kompol Onkoseno Grandiarso Sukahar mengatakan, satu hari sebelumnya tepatnya pada Senin (3/2) sekira pukul 15.00 WIB, korban diketahui menagih utang ke rumah pelaku.

"Hari Senin sekitar jam 15.00 WIB, korban medatangi rumah pelaku untuk menagih uang cicilan yang sudah tidak dibayarkan oleh pelaku selama satu bulan," katanya, Rabu (5/2).

Namun saat ditagih, pelaku tidak mampu membayar lantaran belum memiliki uang. Korban yang saat itu seorang diri tetap menagih dengan cara menunggu di depan rumah pelaku.

"Korban tetap menunggu dan meminta korban untuk segera membayarkan karena sudah lewat jatuh tempo," ucapnya.

Pelaku Diduga Tertekan dan Terdesak

Diduga karena merasa tertekan dan terdesak lantaran terus ditagih utang, pelaku akhirnya membunuh korban dengan cara dicekik menggunakan kerudung yang dipakai korban saat itu.

"Pelaku mencekik korban dari arah belakang menggunakan kerudung yang sedang dipakai oleh korban dan menarik korban ke dalam rumah pelaku," ungkap Onkoseno.

Pelaku yang sudah gelap mata mencekik korban dengan sekuat tenaga. Bahkan ketika korban sudah tak lagi bergerak, pelaku kembali mencekik korban dengan kain putih.

Untuk menghilangkan jejak, pelaku kemudian membawa sepeda motor korban dan memarkirkannya di tempat penitipan motor. Sedangkan jasad korban dibawa masuk ke dalam kamar dan menutupinya dengan kasur springbed.

"Pelaku menaruh mayat korban di pinggir tembok kamar dengan posisi korban telungkup, tangan ke depan terikat dan ditutupi springbed," katanya.

Korban Tak Kunjung Pulang, Teman Mulai Curiga

Korban yang tak kunjung kembali ke rumahnya membuat teman-temannya curiga. Sekira pukul 18.00 WIB teman korban berusaha mencarinya ke rumah pelaku.

Saat itu teman korban bertemu dengan pelaku. Namun saat ditanya keberadaan korban, pelaku berbohong dengan menjawab korban telah meninggalkan rumahnya.

"Teman-teman korban mendatangi rumah pelaku dan menanyakan keberadaan korban namun pelaku menjawab tidak tahu dan korban sudah pergi," kata Onkoseno.

Sekira pukul 00.00 WIB, proses pencarian korban kembali berlanjut. Ibu korban bersama ketua RT setempat dan warga mendatangi rumah pelaku. Saat ditanya, pelaku tampak gugup dan tiba-tiba langsung melarikan diri.

"Saat pelaku melarikan diri, orang tua korban, ketua RT dan warga memeriksa rumah pelaku dan didapati korban sudah tidak bernyawa yang disimpan di dalam kamar pelaku ditutupi springbed," katanya.

Onkoseno menambahkan, saat ini pelaku sudah ditangkap dan masih dalam pemeriksaan Satreskrim Polres Metro Bekasi. Sementara jasad korban dibawa ke RS Polri Kramatjati untuk penyelidikan lebih lanjut.

"Pelaku dapat kami amankan dan masih dalam pemeriksaan," tandasnya.

Halaman
Rekomendasi