Pemprov Jatim janji bayar gaji perawat pondok kesehatan desa
Merdeka.com - Gaji perawat Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes) di Jawa Timur terlambat. Bahkan kabarnya, di Kabupaten Gresik belum dibayar selama tiga bulan. Pemprov Jawa Timur berjanji memenuhi kewajiban membayar gaji para perawat meskipun diakui ada keterlambatan.
"Ini masalah pencairan yang terlambat. Pada prinsipnya pemprov sudah menyiapkan dana untuk Ponkesdes," kata Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf di Ponkesdes, Jumat (10/3).
Gus Ipul sapaan akrabnya menuturkan, keterlambatan gaji tidak hanya dialami para perawat di Ponkesdes, tapi juga dana untuk Taman Posyandu serta Pendamping Ibu Hamil Risiko Tinggi (Bumil Risti). "Dana telah disiapkan. Jadi tak perlu cemas," ucap Gus Ipul.
Hanya saja, pencairan dana membutuhkan proses nota kesepahaman dengan kabupaten/kota. Dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, baru 11 kabupaten/kota yang telah menandatangani MoU ini. "Saya terus mendorong agar kabupaten/kota segera menandatangani MoU ini, sehingga dana bisa segera dicairkan," tegasnya.
Dari data yang ada, saat ini ada 20 kabupaten/kota dalam tahap pembahasan MoU antara biro hukum di masing-masing kabupaten/kota. "Inilah yang menyebabkan pencairan belum terealisasi. Tapi pada prinsipnya ini sedang proses, karena uangnya sudah ada," ucapnya.
Gus Ipul kembali meyakinkan, guna mempercepat realisasinya, hari Senin mendatang (13/3), Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), dinas kesehatan, dan kepala biro hukum akan mengundang kabupaten/kota untuk percepatan MoU ini. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya