Pemprov Jabar Tak Siapkan Jalur Baru Untuk Mudik 2019

Jumat, 10 Mei 2019 22:36 Reporter : Aksara Bebey
Pemprov Jabar Tak Siapkan Jalur Baru Untuk Mudik 2019 Arus mudik di Nagreg. ©2014 Merdeka.com/Andrian Salam W

Merdeka.com - Pemprov Jabar memastikan tidak ada ada jalur baru untuk para pemudik yang melintas di wilayah Jawa Barat. Fokus yang saat ini dilakukan pemerintah adalah pemeliharaan jalan di berbagai ruas hingga H-3 lebaran.

Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Ruang, Koswara mengatakan, pemeliharaan ruas jalan dilakukan di hampir semua jalur mudik dari arah utara dan selatan Jawa Barat.

"Ini untuk memberikan kenyamanan kepada pemudik," tuturnya saat ditemui di Gedung Negara Pakuan, Kota Bandung, Jum'at (10/5).

Selain itu, dia juga berencana mendirikan sejumlah pos di ruas jalan yang rawan bencana. Sehingga, apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan langsung segara di atasi guna menghindari kemacetan.

"Di tiap pos ada alat berat dan petugas yang siap siaga," katanya.

Menurut Koswara, pihaknya menjamin kondisi dan kualitas jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, akan aman dan nyaman dilalui para pemudik.

"Kalau yang provinsi sih relatif sudah bagus, pemantapannya sudah 90 persen lebih dan akan kita jaga terus," tegasnya.

Dia juga menyampaikan, tidak ada jalur baru yang digunakan untuk arus mudik tahun ini, khususnya jalur yang menjadi kewenangannya. "Masih menggunakan jalur lama, baik di jalur utara, tengah maupun selatan," katanya.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan memprediksi jumlah pemudik di musim libur lebaran tahun 2019 meningkat. Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kemacetan parah.

Prediksi pemudik yang memanfaatkan transportasi umum, yakni bus sebanyak 4,68 juta jiwa atau naik sebesar 3,38 persen dibandingkan tahun lalu. Pemudik yang menggunakan kereta api sebanyak 6,45 juta jiwa atau naik 3,41 persen.

Sedangkan kapal laut berukuran besar diprediksi dimanfaatkan oleh 1,08 juta jiwa atau naik 3,68 persen. Lalu, kapal laut berukuran kecil, seperti feri diprediksi dimanfaatkan oleh 4,53 juta jiwa atau naik 2,89 persen dibandingkan tahun lalu.

Pesawat terbang diprediksi digunakan oleh 5,78 juta jiwa atau meningkat sebesar 3,17 persen dibandingkan tahun lalu.

"Total pemudik yang menggunakan transportasi umum diprediksi 22,83 juta jiwa atau ada peningkatan sebesar 4,14 persen dibandingkan tahun lalu" ujar Dirjen Perhubungan Darat, Budi Setiadi saat pemaparan di depan Menhub Budi Karya Sumadi dan Gubernur Jabar Ridwan Kamil di Gedung Sate, Selasa (7/5).

Sementara untuk total pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi diprediksi sebanyak 10,61 juta jiwa atau naik 13,09 persen dibandingkan tahun lalu. Rinciannya, pemudik dengan mobil sebanyak 3,76 juta jiwa dan motor sebanyak 6,85 juta jiwa.

Dalam kesempatan itu, ia memaparkan prediksi pemudik dari wilayah Jabodetabek menuju Jawa Barat sebanyak 3,7 juta jiwa. Tujuan mudik paling banyak menuju wilayah Bandung, Garut dan Tasikmalaya.

Dia menjelaskan pergerakan pemudik dari Jabodetabek 40 persennya melewati jalan tol. Kemudian, jalur favorit mudik lainnya melewati Pantura. Untuk puncak arus mudik diperkirakan berlangsung mulai 31 Mei sampai 2 Juni 2019. Sementara arus balik diperkirakan berlangsung 9 Juni hingga 11 Juni 2018.

Siapkan Kebijakan

Menhub Budi Karya Sumadi menyatakan penekanan pergerakan pemudik berada dari Jakarta menuju Jabar dan Jateng. Itu dipicu tol Jakarta Semarang Solo sampai Surabaya selesai. Jadi preferensi masyarakat dengan jalur darat banyak sekali.

"Mudik kali ini ada concern yang harus kita lakukan. Satu keselamatan, ada dua hal pokok yaitu membatasi kecepatan dengan memberikan rambu dan memberi kendala tertentu terutama di jalan tol. Kami minta pengelola jalan tol untuk melakukan dan Kapokres Dishub memberikan kontrol tentang itu," terangnya

Di samping itu, ia berharap penggunaan motor saat mudik dikurangi. Pasalnya, 70 persen kecelakaan terjadi karena motor. Untuk itu, pemerintah daerah diminta meningkatkan cakupan dan kuantitas program mudik gratis.

Menurutnya, ada satu kebijakan yang hampir final yaitu menggunakan one way dari KM 29 sampai KM 260 di sekitar Brebes. Diharapkan lalu lintas di jalan tol itu mendapatkan kecepatan dan kapasitas yang lebih tinggi. Sehingga jarak tempuh masyarakat dari Jakarta ke Semarang lebih baik.

"Ini sudah kita konsultasikan dengan beberapa pihak, kita akan finalkan minggu ini bersama Pak Kapolri. Bila setuju maka akhir minggu kita putuskan dan sosialisasikan. Karena ini berakhiran dengan jalan keluar, persiapan kabupaten yang menerima limpahan one way tersebut. Saya juga minta Pak Gubernur menyampaikan apa saja catatan dan harapan dari Pemda Jabar," jelasnya. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini