Pemprov Jabar Pastikan Ketersediaan Alat Oksigen Masih Aman
Merdeka.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan kesediaan oksigen atau ventilator untuk alat bantu pernafasan bagi pasien Covid-19 maupun non Covid-19 masih aman. Hal tersebut tidak terlepas dari tingkat keterisian rumah sakit, khususnya yang menangani pasien Covid-19 berkisar kurang dari 30 persen.
Dari informasi yang berhasil dihimpun, Organisasi kesehatan dunia (WHO) mengingatkan bahwa negara di dunia bisa mengalami krisis pasokan oksigen karena banyak yang kekurangan alat bantu pernapasan seiring bertambahnya pasien virus corona hingga 9,5 juta kasus. Jumlah kasus yang terus melonjak mengakibatkan permintaan pasokan oksigen menjadi 88 ribu silinder atau 620 ribu meter kubik per hari.
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat (Dinkes Jabar) Berli Hamdani memastikan ketersediaan oksigen masih aman. Bahkan, masih bisa memasok oksigen bagi pasien di zona kritis, seperti di ICU yang membutuhkan ventilator. Namun, menurut dia, pasien yang masuk kategori kritis yang membutuhkan alat pernafasan jumlahnya tidak signifikan. Indikatornya menggunakan total keterisian pasien di rumah sakit yang menggunakan fasilitas alat bantu lengkap.
“Keterisian TT ICU dan TT Isolasi yang lengkap dengan ventilator kurang dari 30 persen. InsyaAllah di Jawa Barat (pasokan) aman,” kata dia, Kamis (25/6).
Ia mengaku belum mendapat laporan atau keluhan mengenai kekurangan pasokan oksigen dari rumah sakit daerah, khususnya yang dijadikan rujukan pasien Covid-19. Terlebih, ia menyebut bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera mendapatkan bantuan berupa alat kesehatan yang bisa memproduksi oksigen sendiri (oxygen concentrators). Meski tak rinci, proses distribusi masih dalam urusan kepabeanan.
"Doakan saja semoga cepat terealisasi,” pungkasnya.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya