Pemkot Banjarmasin Dirikan Dapur Umum untuk Korban Banjir Rob di Sungai Lulut
Pemerintah Kota Banjarmasin mendirikan dapur umum untuk korban banjir rob di Sungai Lulut, Banjarmasin Timur, memastikan kebutuhan pangan terpenuhi dan menunjukkan kesiapsiagaan Dinas Sosial. Dapur Umum Banjarmasin ini beroperasi selama lima hari.
Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mengambil langkah cepat dengan mendirikan dapur umum bagi korban banjir rob di wilayah Sungai Lulut, Banjarmasin Timur. Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan kebutuhan dasar pangan warga terdampak terpenuhi secara berkelanjutan. Dapur umum tersebut berlokasi strategis di kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kota Banjarmasin dan mulai beroperasi pada Rabu, 7 Januari 2026.
Kepala Dinsos Kota Banjarmasin, Nuryadi, menjelaskan bahwa dapur umum ini akan mendistribusikan makanan setiap hari kepada para pengungsi. Fokus utama bantuan ditujukan kepada warga yang terpaksa mengungsi karena rumah mereka terdampak parah oleh genangan air banjir. Ini merupakan respons konkret Pemkot Banjarmasin dalam penanganan darurat bencana alam.
Dapur umum ini dijadwalkan beroperasi selama lima hari ke depan, menyediakan tiga kali makan sehari untuk sarapan, makan siang, dan makan malam bagi para korban. Sebanyak sepuluh petugas dari Dinsos ditugaskan untuk mengelola seluruh operasional dapur umum. Kesiapsiagaan ini menunjukkan komitmen kuat Pemkot dalam memberikan bantuan kemanusiaan.
Strategi Lokasi Dapur Umum dan Distribusi Makanan
Nuryadi menjelaskan alasan di balik pemilihan lokasi dapur umum di kantor Dinsos, bukan langsung di area terdampak banjir Sungai Lulut. Pertimbangan utama adalah ketersediaan tempat yang lebih strategis dan memadai untuk mengolah makanan dalam jumlah besar secara higienis dan efisien. Lokasi ini juga memudahkan proses distribusi logistik dan makanan kepada para korban.
Kondisi di Sungai Lulut yang hampir seluruh titiknya dikepung banjir membuat pendirian dapur umum di sana menjadi sangat sulit dan tidak praktis. Oleh karena itu, keputusan untuk memusatkan kegiatan di kantor Dinsos dianggap sebagai solusi yang lebih efektif. Hal ini menjamin makanan dapat disiapkan dengan baik dan aman untuk dikonsumsi.
Setiap hari, tim Dinsos akan memastikan bahwa makanan yang telah disiapkan didistribusikan secara teratur kepada para korban banjir yang membutuhkan. Pengaturan ini dirancang untuk menjamin pasokan makanan yang stabil dan berkelanjutan. Ketersediaan makanan yang cukup menjadi aspek krusial dalam kondisi darurat bencana seperti ini.
Antisipasi dan Pemantauan Dampak Banjir Rob Meluas
Dinas Sosial Kota Banjarmasin terus memantau perkembangan situasi banjir di wilayah lain yang juga terdampak. Pihaknya masih menunggu laporan resmi dari lurah-lurah di area lain yang mengalami banjir rob. Apabila ada kebutuhan mendesak dan warga harus mengungsi, Pemkot Banjarmasin menyatakan kesiapannya untuk mendirikan dapur umum tambahan.
Sebagian daerah di Kota Banjarmasin telah terdampak banjir rob sejak Kamis, 1 Januari 2026, akibat air pasang laut yang melebihi ambang batas normal. Ketinggian air pasang mencapai sekitar 3,1 meter di atas permukaan laut (mdpl), menyebabkan genangan signifikan di banyak titik. Fenomena ini telah memicu kondisi darurat di beberapa wilayah kota.
Pemerintah kota telah mengeluarkan peringatan waspada terhadap potensi air pasang rob dan air kiriman dari hulu, yang diperparah oleh intensitas hujan tinggi. Perkiraan menunjukkan bahwa air pasang akan mulai surut dan kondisi akan membaik setelah 10 Januari 2026. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.
Sumber: AntaraNews