Pemkot Banjarbaru Gelar Khitanan Massal, Perkuat Layanan Sosial Inklusif untuk Warga

Pemerintah Kota Banjarbaru melalui RSD Idaman sukses menggelar Khitanan Massal, wujud nyata komitmen penguatan layanan sosial inklusif bagi masyarakat dalam rangka Hari Jadi ke-27 kota.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkot Banjarbaru Gelar Khitanan Massal, Perkuat Layanan Sosial Inklusif untuk Warga
Pemerintah Kota Banjarbaru melalui RSD Idaman sukses menggelar Khitanan Massal, wujud nyata komitmen penguatan layanan sosial inklusif bagi masyarakat dalam rangka Hari Jadi ke-27 kota. (AntaraNews)

Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarbaru, Kalimantan Selatan, menunjukkan komitmen kuatnya dalam memperkuat layanan sosial bagi masyarakat. Melalui Rumah Sakit Daerah (RSD) Idaman, Pemkot Banjarbaru sukses menggelar kegiatan khitanan massal pada Sabtu, 18 April 2026. Acara ini menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap kesejahteraan warganya.

Kegiatan khitanan massal ini tidak hanya sekadar agenda rutin, melainkan bagian integral dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-27 Kota Banjarbaru. Inisiatif ini menegaskan upaya pemerintah dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang merata dan inklusif. Tujuannya adalah meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus memberikan akses kesehatan yang lebih luas.

Berlangsung di Aula Besar Lantai IV RSD Idaman, khitanan massal ini mendapat apresiasi tinggi dari berbagai pihak. Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdako Banjarbaru, Sri Lailana, secara langsung menyampaikan penghargaan atas inisiatif RSD Idaman. Kegiatan ini diharapkan membawa manfaat langsung bagi keluarga yang membutuhkan di Banjarbaru.

Program khitanan massal yang digagas Pemkot Banjarbaru merupakan manifestasi konkret dari kepedulian sosial pemerintah. Sri Lailana menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membantu dan meringankan beban masyarakat, khususnya dalam aspek kesehatan. Ini adalah langkah strategis untuk memastikan setiap warga mendapatkan hak pelayanan dasar yang layak.

Kegiatan ini sangat selaras dengan tema Hari Jadi ke-27 Kota Banjarbaru, yaitu “Kita Gawi Sabarataan, Bakurinah Gasan Banjarbaru Emas”. Tema tersebut menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam pembangunan daerah. Melalui sinergi ini, pemerintah bersama fasilitas layanan kesehatan berupaya mengambil peran aktif.

Peran aktif tersebut diwujudkan dengan memberikan akses pelayanan kesehatan yang lebih luas, terutama bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan. Inisiatif seperti khitanan massal ini menjadi jembatan. Ini menghubungkan kebutuhan dasar masyarakat dengan ketersediaan layanan yang berkualitas. Pemkot Banjarbaru terus berupaya menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan.

Selain fokus pada layanan kesehatan, Sri Lailana juga menyampaikan ucapan selamat kepada para orang tua. Mereka dengan penuh tanggung jawab mendampingi anak-anak mereka dalam proses khitan. Proses ini dianggap sebagai bagian penting dari tumbuh kembang anak menuju kedewasaan.

Menurut Sri Lailana, para orang tua telah menuntaskan salah satu kewajiban dan hak penting bagi anak. Ini mencerminkan pemahaman akan pentingnya kesehatan dan tradisi dalam keluarga. Dukungan keluarga menjadi fondasi utama bagi perkembangan anak.

Lebih lanjut, beliau mengingatkan tentang peran krusial keluarga dalam membimbing anak-anak. Tujuannya adalah agar mereka tumbuh menjadi generasi yang sehat dan berakhlak mulia. Hal ini sangat relevan di tengah berbagai tantangan pembangunan nasional yang semakin kompleks. Keluarga adalah benteng pertama dalam membentuk karakter bangsa.

Sri Lailana berharap kegiatan khitanan massal ini dapat memberikan manfaat langsung. Dengan demikian, semarak Hari Jadi Kota Banjarbaru dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Ini adalah upaya kolektif untuk membangun Banjarbaru yang lebih baik.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi