Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemkot Bandung Butuh 1,5 Juta Dosis Vaksin Covid-19

Pemkot Bandung Butuh 1,5 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Gedung Sate. Liputan6.com ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemerintah Kota Bandung memprediksi kebutuhan vaksin Covid-19 untuk warga yang masuk kategori penerima sebanyak 1,5 juta dosis. Meski masih belum tahu kapan realisasi penyerahan vaksin dari pemerintah pusat, mereka melakukan simulasi vaksinasi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bandung Rosye Arosdiani Apip menjelaskan vaksin yang disebut oleh presiden gratis tersebut menyasar pada warga berusia 18 hingga 59 tahun.

"Kalau melihat Pak Presiden menyampaikan bahwa seluruh penduduk Indonesia yang umur 18-59 tahun, kalau kita lihat di data sekitar 1,5 jutaan lah," kata di Balai Kota Bandung, Rabu (23/12).

Saat ini, ia masih menunggu arahan dari pemerintah pusat mengenai teknis distribusi, jumlah hingga jadwal vaksinasi. Apalagi, ia belum tahu apakah Kota Bandung masuk dalam prioritas pemberian vaksin gratis gelombang pertama dari pemerintah pusat atau tidak.

"Jabar termasuk cuman kotanya mana kami masih belum tahu," ucap dia.

Meski demikian, pihaknya menggelar simulasi vaksinasi untuk mengetahui kesiapan jika nanti vaksin dari pemerintah pusat sudah ada kepastian. Dalam proses simulasi yang berlangsung di Puskesmas Balai Kota Bandung, lima meja disiapkan dan lokasinya dijaga ketat anggota Polri/TNI.

Warga yang datang harus mengisi pendaftaran termasuk mengisi formulir dan riwayat kesehatan melalui aplikasi khusus bernama Peduli Lindungi. Pemberitahuan proses vaksinasi disampaikan melalui pesan singkat.

Setelah mendapat giliran disuntik, setiap warga melewati proses verifikasi data, lalu diperiksa kesehatan untuk mengetahui apakah ada riwayat penyakit penyerta atau tidak.

Jika sudah lolos dan dinyatakan sehat, warga kemudian mendapat suntik vaksin Covid-19. Namun, setelah itu, ia harus menunggu 30 menit menunggu reaksi yang dirasakan. Jika tidak ada gejala yang berarti, ia boleh pulang.

"Vaksinasi ini dilakukan dua kali, suntikan kedua dilakukan setelah 14 hari, baru selesai pelaksanaan vaksinasi untuk satu orang yang usianya 18-59 tahun dalam kondisi sehat," ucapnya.

"Simulasi ini untuk melihat apa saja masalahnya, atau ketika ada juknis lain yang berbeda, karena ini masih tentatif belum tentu seperti ini," katanya.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP