Pemkab Gowa Raih Penghargaan atas Keberhasilan Penurunan Stunting Gowa Menjadi 17 Persen
Pemerintah Kabupaten Gowa berhasil menekan angka stunting hingga 17 persen, sebuah capaian signifikan dalam upaya Penurunan Stunting Gowa yang diganjar penghargaan tingkat provinsi.
Pemerintah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, berhasil mencatatkan penurunan signifikan dalam angka prevalensi stunting. Berdasarkan hasil Surveai Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2024, prevalensi stunting di Gowa kini berada di angka 17 persen, turun dari sebelumnya 21,1 persen. Keberhasilan Penurunan Stunting Gowa ini menjadi bukti nyata komitmen daerah dalam mengatasi masalah gizi anak.
Capaian tersebut tidak lepas dari kolaborasi erat antara berbagai pihak di Kabupaten Gowa. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa, drg. Abd Haris, menegaskan bahwa semua elemen dilibatkan untuk mencapai target nol stunting di wilayahnya. Upaya terpadu ini telah membuahkan hasil yang membanggakan bagi masyarakat Gowa.
Atas dedikasi dan kerja keras tersebut, Pemerintah Kabupaten Gowa diganjar penghargaan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Gowa meraih Peringkat I Kategori Kabupaten dengan progres Penurunan Stunting Terbaik serta Peringkat III Kategori Kabupaten dengan Pelaksanaan Inovasi Aksi Stop Stunting Terbaik. Ini menunjukkan pengakuan atas strategi efektif yang diterapkan.
Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Penurunan Stunting Gowa
Penurunan stunting di Kabupaten Gowa hingga mencapai 17 persen merupakan hasil dari kerja keras dan sinergi berbagai pihak. Menurut drg. Abd Haris, kolaborasi ini menjadi fondasi utama dalam setiap program yang dijalankan. Seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat, turut serta aktif dalam upaya penurunan stunting ini.
Pencapaian ini juga mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Kabupaten Gowa dianugerahi Peringkat I Kategori Kabupaten dengan progres Penurunan Stunting Terbaik. Penghargaan ini menegaskan efektivitas pendekatan kolaboratif yang diterapkan di Gowa dalam mengatasi masalah gizi.
Selain itu, Gowa juga meraih Peringkat III Kategori Kabupaten dengan Pelaksanaan Inovasi Aksi Stop Stunting Terbaik. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa tidak hanya progres penurunan yang cepat, tetapi juga inovasi dalam program menjadi perhatian. Inovasi ini menjadi salah satu pilar penting dalam strategi Penurunan Stunting Gowa.
Penghargaan ganda ini menjadi motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Gowa untuk terus meningkatkan upaya. Target menuju nol stunting bukan lagi sekadar impian, melainkan tujuan yang realistis dengan strategi yang tepat. Komitmen untuk melibatkan semua pihak akan terus dipertahankan demi keberlanjutan program.
Strategi dan Inovasi Program Aksi Stop Stunting
Upaya penurunan stunting di Gowa dilaksanakan sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Implementasi intervensi spesifik dan intervensi sensitif menjadi fokus utama dalam program ini. Penguatan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di seluruh tingkatan juga terus digalakkan untuk memastikan koordinasi yang efektif.
Salah satu inovasi unggulan yang berkontribusi pada Penurunan Stunting Gowa adalah program Aksi Stop Stunting (ASS). Program ini berhasil menempatkan Gowa di peringkat ketiga kategori inovasi terbaik. ASS merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang secara khusus diterapkan di 21 desa lokus di setiap kabupaten/kota.
Dalam pelaksanaannya, program ASS menargetkan intervensi pada 30 balita dan 2 ibu hamil di setiap desa lokus. Pendekatan terukur ini memastikan bantuan tepat sasaran dan memberikan dampak maksimal. Fokus pada kelompok rentan menjadi kunci keberhasilan program ini.
Program ASS diperkuat dengan penempatan Pendamping Gizi Desa yang direkrut secara khusus. Selain itu, kader pendamping dan Tim Penggerak PKK juga dilibatkan aktif. Intervensi meliputi pemberian makanan tambahan (PMT) lokal bagi balita dan ibu hamil bermasalah gizi, serta pendampingan berkelanjutan di tingkat desa. Ini adalah langkah konkret dalam Penurunan Stunting Gowa.
Target Ambisius Menuju Nol Stunting
Meskipun telah mencapai penurunan yang signifikan, Pemerintah Kabupaten Gowa tidak berpuas diri. drg. Abd Haris menyatakan bahwa target selanjutnya adalah menurunkan prevalensi stunting hingga 14 persen. Ambisi ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah untuk terus berjuang mengatasi masalah gizi.
Upaya ini akan terus dilakukan melalui peningkatan kualitas layanan intervensi spesifik dan sensitif. Pencegahan lahirnya kasus stunting baru juga menjadi prioritas utama dalam setiap program. Edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat akan terus digencarkan untuk meningkatkan kesadaran.
Komitmen jangka panjang ini diharapkan dapat menciptakan generasi penerus yang lebih sehat dan berkualitas. Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, target ambisius ini diyakini dapat tercapai. Penurunan Stunting Gowa akan terus menjadi fokus pembangunan daerah.
Sumber: AntaraNews