Pemkab Bantul Data Anak Yatim Piatu Akibat Orang Tua Meninggal karena Covid-19

Dia mengatakan, untuk jaminan pendidikan setidaknya akan diberikan sampai jenjang sekolah menengah atas (SMA), dengan dana melalui anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) maupun dari sumber lain seperti Baznas dan lain-lain.

Fikri Faqih
Oleh Fikri Faqih - Reporter
Pemkab Bantul Data Anak Yatim Piatu Akibat Orang Tua Meninggal karena Covid-19
TPU Rorotan Khusus Covid-19. ©2021 Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, melakukan pendataan terhadap anak yatim dan piatu maupun yatim piatu setelah orang tuanya meninggal dunia karena terpapar Covid-19.

"Pendataan anak-anak yatim piatu yang ditinggal orang tuanya karena Covid-19 saat ini sedang berproses, jadi kita terbuka kepada masyarakat untuk menyampaikan laporannya," kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslih di Bantul, Jumat (13/8).

Oleh karena itu, pihaknya mengharapkan masyarakat yang mengetahui anak tetangga yang ditinggal orang tua karena Covid-19 agar melaporkan ke dukuh setempat, supaya pemkab segera mendapatkan data berapa jumlah anak yatim, piatu dan yatim piatu.

Bupati mengatakan, tujuan pendataan anak yatim piatu tersebut karena pemerintah sedang menyiapkan sejumlah bantuan dan jaminan sosial guna memperhatikan dan memberdayakan anak-anak tersebut melalui instansi terkait yang menangani.

"Pemerintah sudah menyiapkan bantuan-bantuan serta jaminan sosial, ada tiga jaminan yang kita siapkan. Satu, jaminan kesehatan. Dua, jaminan pendidikan, yang ketiga jaminan hidup, tiga itu nanti akan kita keluarkan Peraturan Bupati-nya," jelasnya.

Dengan demikian, kata Abdul, nantinya jangan sampai atau tidak boleh ada di Bantul ini anak-anak yang terlantar karena ditinggal kedua orang tua akibat kasus Covid-19, karena jaminan sosial akan ditanggung pemerintah.

Dia mengatakan, untuk jaminan pendidikan setidaknya akan diberikan sampai jenjang sekolah menengah atas (SMA), dengan dana melalui anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) maupun dari sumber lain seperti Baznas dan lain-lain.

"Makanya untuk pendataan 'on going' proses, sudah kita data tetapi datanya belum final, karena pandemi Covid-19 juga masih berlangsung, sehingga data itu nanti bersifat dinamis," terangnya seperti dilansir dari Antara.

Data Satgas Covid-19 Bantul menyebut, total kasus positif di Bantul per Kamis (12/8) sebanyak 48.986 orang dengan telah sembuh 37.405 orang, sedangkan kasus meninggal sebanyak 1.219 orang, sehingga kasus aktif atau pasien yang masih isolasi 10.362 orang.

Rekomendasi