Pemilihan Ketua MPR jadi Ujian dalam Realisasi Perubahan UU MD3
Merdeka.com - Gerindra masih mengincar kursi Ketua MPR. Gerindra juga sudah menyiapkan Sekjen Ahmad Muzani sebagai calon Ketua MPR.
Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Johnny G Plate mengingatkan kembali tujuan DPR melakukan revisi terhadap UU MD3 kursi pimpinan ditambah menjadi sembilan fraksi partai dan satu DPD.
"Argumentasi dan alasan utama disampaikan adalah ini lembaga pemusyawaratan maka perlu ada permusyawaratan politik di MPR," ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Minggu (26/9).
Menurut Johnny, pemilihan ketua MPR periode 2019-2024 menjadi ujian. Apakah mampu bisa diselesaikan secara musyawarah mufakat. Menurutnya, jika tidak dapat diselesaikan melalui musyawarah mufakat, maka tujuan mengubah UU MD3 hanya lip service.
"Kalau enggak mampu diselesaikan musyawarah mufakat, dan bahkan melalui voting berarti alasan penambahan pimpinan MPR itu hanya lip service kepentingan pragmatis saja. Ini sikap partai Nasdem," ujarnya.
Nasdem bersikap mendukung Golkar untuk menempati kursi ketua MPR. Kata Johnny, hal itu sudah disepakati Koalisi Indonesia Kerja.
Nasdem mengaku hanya menyiapkan calon wakil ketua MPR. Nama yang ditunjuk adalah Rerie Lestari Moerdijat. Sebab, Nasdem ingin perwakilan perempuan sesuai aspirasi masyarakat. Menurut Johnny, 32 persen anggota dewan dari Nasdem yang terpilih merupakan perempuan.
"Nasdem akan menyiapkan juga calon pimpinan MPR. Sementara ini mbak Rerie. Fixnya nanti fraksi akan menyampaikan," ucapnya.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya