Pemerintah Sepakat Kantor KSP Jadi Pusat Informasi Penanganan Virus Corona

Kamis, 6 Februari 2020 18:23 Reporter : Merdeka
Pemerintah Sepakat Kantor KSP Jadi Pusat Informasi Penanganan Virus Corona Aktivitas Relawan hadapi Virus Corona di China. ©2020 STR / AFP

Merdeka.com - Berbagai upaya dilakukan pemerintah pascavirus corona merebak China. Salah satunya, mengevakuasi sebanyak 238 warga negara Indonesia dari Provinsi Hubei dan sedang menjalani observasi di Natuna.

Langkah selanjutnya yang dilakukan pemerintah yakni membentuk pusat informasi penanganan virus corona. Tujuannya masyarakat dapat menerima segala informasi seputar wabah virus corona secara akurat.

Adapun pembentukan pusat informasi ini atas keputusan dari Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menko Polhukam Mahfud MD, Menteri Pariwisata Wishnutama, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate. Kemudian, Menteri Sosial Juliari Batubara hingga Kepala BNPB Doni Monardo.

"Tujuannya adalah kita sepakat untuk menentukan di KSP sebagai tempat posko di mana pusat informasi dan komunikasi atas dampak corona dilaksanakan," kata Moeldoko di Kantor Staf Presiden Jakarta, Kamis (6/2).

Menurut dia, pusat informasi ini akan menghimpun data dari berbagai kementerian dan lembaga. Nantinya, data tersebut diberikan kepada masyarakat secara berkala.

"Data informasi yang dihimpun selanjutnya secara update, akan kita berikan kepada publik terhadap hal-hal yang menonjol atau yang perlu kita sampaikan," jelasnya.

1 dari 1 halaman

Moeldoko menuturkan, informasi tersebut dapat dijadikan bahan pemberitaan oleh para awak media. Langkah ini mencegah kesimpangsiuran pemberitaan tentang virus corona.

"Teman-teman sekalian bisa mendapatkan berbagai informasi dari layar yang di bawah. Dari layar itu lagi update perkembangan corona bisa diikuti dengan baik," ucap Moeldoko.

Sebagai informasi, saat ini 238 WNI yang dievakuasi dari Wuhan sedang dikarantina selama 14 hari di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. Seluruh WNI tersebut menjalani observasi dan mendapatkan pendampingan dari dokter selama 1x24 jam setelah tiba di Indonesia.

Indonesia juga membatasi kunjungan masuk dan keluar dari China untuk mengantisipasi penularan virus Corona ke Indonesia. [lia]

Baca juga:
Batik Air Merugi Akibat Penerbangan ke China Dihentikan Sementara
Cegah Penyebaran Corona, Penyelenggara MWC 2020 Imbau Pengunjung Tak Jabat Tangan
Jepang Karantina 3.700 Penumpang Kapal Pesiar, 20 Terinfeksi Virus Corona
Indonesia Punya Dua Alat Deteksi Virus Corona
CEK FAKTA: Benarkah Jumlah Pekerja Asing di Morowali Capai 40.000 Orang?

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini