Laporan dari Arab Saudi

Pemerintah Saudi Usul Jemaah Berziarah di Madinah juga Dapat Pemahaman Soal Sejarah

Selasa, 9 Agustus 2022 01:01 Reporter : Lia Harahap
Pemerintah Saudi Usul Jemaah Berziarah di Madinah juga Dapat Pemahaman Soal Sejarah Masjid Al Arees. ©2022 Merdeka.com/Lia Harahap

Merdeka.com - Ada dua kegiatan utama jemaah haji saat berada di Madinah. Pertama Salat Arbain, salat fardhu 40 waktu tanpa putus di Masjid Nabawi. Kedua, berziarah ke sejumlah tempat bersejarah, salah satunya makam Rasulullah SAW.

Sayangnya, aktivitas jemaah selama di Madinah dinilai kurang maksimal. Sebab, jemaah hanya mendatangi tempat bersejarah tersebut. Tanpa tahu persis cerita apa yang melatarbelakangi tempat tersebut.

Hal itu diungkapkan Wakil Kementerian Haji dan Umrah Bidang Ziarah di Madinah Al Munawarah, Muhammad Abdurrahman Al Bijawi, saat bertemu dengan Kepala Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah, Nasrullah Jasam.

"Catatan misalnya usulan ziarah lebih ditingkatkan kualitasnya. Madinah surganya tempat-tempat bersejarah. Jemaah ke depan, untuk ziarah itu bukan sekadar ziarah tetapi juga ada unsur keilmuan," kata Nasrullah kepada tim Media Center Haji (MCH) 2022 di Madinah, Arab Saudi.

Nasrullah mendapatkan rekomendasi 44 tempat bersejarah di Madinah. Saudi, katanya, ingin tempat-tempat ziarah yang didatangi jemaah sekaligus mempelajari sejarahnya.

"Tampaknya yang ingin dibangkitkan pemerintah Saudi. Kami tentu akan menjajaki dengan Muasassah Adilla sebelumnya sudah ketemu dengan direktur bidang ziarah. Nanti sifatnya masih pilihan apakah nanti jemaah akan memilih atau yang ada memperbaiki lagi," jelasnya.

Ide Al Bijawi disambut baik Nasarullah. Agar jemaah Indonesia juga bisa memaknai ibadah ziarah dan sejarah dari tempat yang didatangi. Diharapkan pihak pemerintah setempat menunjuk pemandu yang benar-benar paham dan bisa berbahasa Indonesia. Dia mencontohkan ketika banyak jemaah mendatangi Masjid Quba. Seharusnya ada penjelasan lebih rinci seperti apa cerita masjid yang pertama kali didirikan Rasulullah setelah hijrah dari Makkah ke Madinah.

"Sempat disinggung misalnya Musrif atau guide ziarah harus menguasai bukan mengira-ngira. Referensinya harus jelas dan kita minta agar yang disediakan itu guide yang bisa berbahasa Indonesia," katanya.

"Mudah-mudahan tahun depan bisa direalisasikan," sambung Nasrullah. [lia]

Baca juga:
Wamen Haji dan Umrah Saudi Puji Kekompakan Petugas RI Layani Jemaah di Tanah Suci
Fase Pemulangan dari Madinah Masih Berlangsung, 78.369 Jemaah Sudah di Tanah Air
Ihsan Faisal: Kami Senang Ketika Jemaah Bisa Tertidur dengan Lelap
Bandara AMMA Madinah Sempat Diterpa Badai Pasir, Jemaah Haji Dipastikan Aman
Menag: Terima Kasih Petugas atas Dedikasi dan Keikhlasan Melayani Jemaah Haji
Napak Tilas Perjuangan Rasulullah Lawan Kaum Kafir di Perang Badar

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini