Pemerintah Perlu Berpihak pada Petani Tembakau

Rabu, 14 Agustus 2019 22:00 Reporter : Ya'cob Billiocta
Pemerintah Perlu Berpihak pada Petani Tembakau Tembakau. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) Budidoyo menilai kontribusi pendapatan negara dari tembakau tinggi, namun hal tersebut belum sebanding dengan kontribusi pemerintah membantu dan mempermudah para petani tembakau.

"Dibanding negara negara lain, di Indonesia sendiri tidak adil dalam membantu dan membela petani, berkaitan cukai itu problemnya banyak misalkan regulasi yang mengurangi atau menambah tekanan kepada industri hasil tembakau, misalkan mengurangi preferensi merokok itu pemerintah mengenakan cukai. Di samping itu regulasi di daerah tentang tanpa rokok ini sudah berdampak juga," ungkap Budi di sela Road to World Tobacco Growers Day (WTGD) 2019 di Desa Citaman, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Selasa (13/8).

Budi mengungkapkan, jika pemerintah akan menaikkan cukai maka akan timbul rokok ilegal dan yang dirugikan adalah pemerintah.

Di tempat sama, Ketua Asosiasi Tembakau Indonesia (APTI) Jawa Barat Suryana mengatakan, Jabar merupakan salah satu provinsi penghasil tembakau nomor satu. Sedangkan jika disandingkan dengan negara lain, Jawa Barat adalah merupakan daerah penghasil tembakau terbaik nomor 5.

Diketahui saat ini lahan untuk perkebunan tembakau di Kabupaten Bandung hanya seluas 1.524 hektare yang tersebar di 17 kota kabupaten termasuk Desa Citaman, Kecamatan Nagrek.

Lanjut Suryana, produksi di Desa Citaman setiap hektare dapat menghasilkan 10-14 ton tembakau basah, dari tembakau basah tersebut dapat menghasilkan sekitar 3 ton hingga 5 ton daun tembakau kering. Untuk keseluruhan Jawa Barat bisa menghasilkan 38 ribu ton. Namun hasil tersebut belum bisa memenuhi kebutuhan tembakau di Jabar, yang pertahunnya sekitar 138 ribu ton.

"Selama memenuhi kekurangan kebutuhan di Provinsi Jabar, kami mendatangkan dari Jawa Timur (Jatim) sekitar 70 ribu ton tembakau kering dan selebihnya dari Nusa Tenggara Timur," lanjut Suryana.

Suryana juga mengatakan, salah satu keunggulan produk tembakau Jabar adalah dapat dimodifikasi warna sesuai kebutuhan pasar. "Unggulnya tembakau di Jawa Barat adalah bisa dimodifikasi warna sesuai kebutuhan pasar, misalkan ingin membuat tembakau merah, hijau putih, kuning dan coklat ini keunggulan Jawa Barat. Sementara yang lain enggak ada," terang Suryana. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. Tembakau Indonesia
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini