Pembunuhan Wanita ASN Kemen PUPR Dilatarbelakangi Utang Jual Beli Mobil

Jumat, 25 Oktober 2019 21:15 Reporter : Irwanto
Pembunuhan Wanita ASN Kemen PUPR Dilatarbelakangi Utang Jual Beli Mobil Ilustrasi mayat. ©2012 Merdeka.com/sapto anggoro

Merdeka.com - Motif pembunuhan aparatur sipil negara (ASN) pada Kementerian PU Balai Besar Palembang, Apriyanita (50), terungkap setelah pelakunya, Yudi ditangkap polisi. Pembunuhan itu dilatarbelakangi utang jual beli mobil.

Yudi menjadi pelaku pertama yang diamankan polisi. Diduga ada dua pelaku lagi yang turut terlibat, baik berperan sebagai eksekutor maupun pengubur jasad korban.

Kepada wartawan, Yudi mengaku nekat menghabisi korban karena tak mampu membayar uang sebesar Rp95 juta kepada korban. Apalagi, korban selalu menagih utang itu yang membuatnya terpojok.

"Saya kesal karena masalah utang, saya punya utang sisa Rp95 Juta sama dia," ungkap Yudi di Mapolda Sumsel, Jumat (25/10).

Utang tersebut adalah jual beli mobil di pelelangan. Korban menyerahkan uang sebanyak Rp145 juta kepada pelaku dengan harapan dapat mobil yang layak dijual dengan harga tinggi.

Ternyata, mobil yang diinginkan sudah terjual. Korban pun meminta kembali uang tersebut. Pelaku baru mengembalikan Rp50 juta dan sisanya diminta secara bertahap.

"Sebelum ketemu saya diminta bayar Rp35 juta dulu, sisanya nanti. Tapi saya lagi tidak ada duit, belum bisa bayar," ujarnya.

Dalam situasi kebingungan, pelaku meminta pendapat kepada pamannya yang bekerja sebagai penggali kubur berinisial NP. NP justru menyuruh pelaku membunuh korban agar masalahnya selesai.

"Saya malah disuruh membunuhnya. Saya tidak berani, paman saya bilang serahkan saja sama dia, saya ngikut saja," kata dia.

Setelah merancang strategi, pelaku menjemput korban di suatu tempat menggunakan mobil, Rabu (9/10). Kemudian, ikut juga NP dan seorang pelaku lagi di dalam mobil itu.

"Di dalam mobil itu kami eksekusi, paman saya dan temannya menjerat lehernya, kira-kira sepuluh menit. Saya pegang tangannya sudah lemas, terus kami bawa ke TPU Kandang Kawat, di situ dikubur," ujarnya.

"Tapi saya tidak ikut mengubur dan mengecornya, saya di mobil saja," sambungnya. [ray]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pembunuhan
  3. Penemuan Mayat
  4. Palembang
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini