Pembunuh Pasutri di OKU Ditangkap Polisi, Motif Kesal Anak Sering Dimarahi

Senin, 26 April 2021 22:32 Reporter : Irwanto
Pembunuh Pasutri di OKU Ditangkap Polisi, Motif Kesal Anak Sering Dimarahi ilustrasi pembunuhan. sxc.hu

Merdeka.com - Sehari usai kejadian, polisi meringkus pelaku pembunuhan dan penganiayaan pasangan suami istri Sukadi (37) dan Erika (25). Pelaku Irawan (37) terancam 15 tahun penjara.

Pelaku diamankan dalam persembunyian di rumah keluarganya tanpa perlawanan di Desa Sumber Jaya, Kecamatan Belitang II, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, Minggu (25/4) malam. Polisi tengah mencari pisau yang digunakan saat pembunuhan.

"Benar, tersangka sudah ditangkap tadi malam tanpa perlawanan," ungkap Kasubag Humas Polres OKU AKP Mardi Nursal, Senin (26/4).

Dijelaskan, tersangka menaruh dendam dan sakit hati terhadap istri korban yang sering memarahi anaknya. Tersangka awalnya bermaksud meminta korban mengingatkan istrinya agar tidak lagi mengulangi perbuatannya namun korban tak terima.

"Korban Sukadi sempat menantang sambil taruh tangan di pinggang. Itu membuat tersangka kesal dan menusuk korban sampai tewas. Sementara korban Erika dianiaya setelahnya," ujarnya.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan. Ancaman pidananya 15 tahun penjara.

Diketahui, warga Desa Makarti Tama, Kecamatan Peninjauan, Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, gempar dengan aksi pembunuhan yang terjadi. Pasangan suami istri mengalami luka akibat diserang seseorang, salah satu korban tewas di tempat.

Kedua korban adalah Sukadi dan istrinya Erika. Sukadi tewas di tempat sementara istrinya dilarikan ke rumah sakit. Pembunuhan berawal saat pelaku mendatangi rumah korban dan terjadi keributan, Sabtu (24/4) usai berbuka puasa. Lantas pelaku menusuk dada kanan korban Sukadi lalu melukai korban Erika yang mengalami luka sobek di payudara kanan, tusukan di pinggang, dan luka di perut.

Beruntung, korban Erika cepat dievakuasi warga sehingga nyawanya dapat diselamatkan. Sementara suaminya dinyatakan tewas di tempat. Dikatakan, rumah terduga pelaku dan korban persis bersebelahan. Pelaku sering cekcok mulut dengan istri korban bahkan didamaikan kepala desa setempat.

"Dua keluarga itu tinggal bertetangga dan sudah tidak akur sejak lama, pernah ribut dan diselesaikan pihak desa," ungkap Mardi, Minggu (25/4).

Dijelaskan, pelaku kesal karena istri korban sering memarahi anaknya ketika tak berada di rumah. Hal itu membuat pelaku menaruh dendam dengan sikap kasar istri korban terhadap anaknya. "Apabila mereka (pelaku dan istrinya) tidak berada di rumah, istri korban (Erika) memarahi anaknya, itu diduga pemicunya," kata dia.

Sebelum pembunuhan terjadi, keluarga besar pelaku menggelar berbuka puasa di rumahnya. Tak lama setelah keluarga sudah pulang ke rumah masing-masing, terdengar keributan di depan rumah mereka. [bal]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pembunuhan
  3. Ogan Komering Ulu
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini