Pembebasan lahan proyek kereta bandara Solo belum tuntas
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kereta api yang menghubungkan Bandara Internasional Adi Soemarmo dengan Stasiun Solo Balapan beroperasi tahun 2018. Pernyataan tersebut dikemukakan Jokowi saat peletakan batu pertama di Adi Soemarmo, 8 April lalu.
Untuk mengejar target tersebut, saat ini proses pembebasan lahan terdampak proyek jalur KA stasiun hingga bandara terus dikebut. Pemerintah pusat menargetkan pembebasan lahan bisa diselesaikan akhir November ini.
"Proses pembebasan lahan masih terfokus pada tanah berstatus hak milik (HM). Karena warga sudah setuju, kemudian ditindaklanjuti dengan pengukuran lahan," ujar Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan Pemkot Solo Hendro Pramono, Jumat (24/1).
Menurutnya, pengukuran lahan terdampak proyek KA bandara tengah dikerjakan tim Badan Pertanahan Nasional (BPN) Solo. Pihaknya masih menunggu hasil pengukuran untuk selanjutnya menjadi bahan rapat lanjutan. Hasil pengukuran lahan akan digunakan untuk perhitungan nilai ganti rugi oleh tim appraisal.
"Pembebasan lahan harus selesai bulan ini. Sesuai instruksi Presiden, kereta bandara beroperasi 2018," ucapnya.
Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengemukakan, pembebasan lahan warga harus dilakukan dengan seksama. Sehingga tidak akan menimbulkan masalah di kemudian hari. Dia optimistis pemberian kompensasi terhadap pemilik lahan HM berjalan lancar.
"Untuk penghuni bantaran rel terdampak, kami sudah mengusulkan kepada pemerintah pusat agar direlokasi ke satu tempat. Ada 594 hunian di Nusukan, Gilingan dan Kadipiro perlu direlokasi agar proyek itu berjalan lancar," katanya. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya