Pembangunan Rumah Wali Kota Tangsel Dinilai Tidak Sebanding dengan Layanan Publik
Merdeka.com - Pembangunan rumah Dinas Wali Kota Tangerang Selatan senilai Rp9.488.880.700 di Kampung Babakan, Lengkong Gudang, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan disoal. Tangerang Public Transparency Watch (Truth) menilai pembangunan tersebut menciderai masyarakat.
"Itu sangat menciderai masyarakat Tangsel, karena hal itu tidak sebanding dengan pelayanan publik yang ada di masyarakat saat ini," kata peneliti Truth Aan Dirga, Kamis (4/7).
Dia mencontohkan, layanan kesehatan, pendidikan dan infrastruktur yang berjalan di Tangsel belum benar-benar menyentuh kepentingan masyarakat.
"Contohnya pelayanan kesehatan di Puskesmas dan RS umum yang kerap dikeluhkan masyarakat. Lalu pendidikan kita yang masih marak akan adanya praktik pungli, pungli ini bahkan sudah menjadi rahasia umum. Bahkan kemarin SD di Rawa Buntu hampir ambruk atap sekolahnya, selanjutnya infrastruktur yang bisa kita sama-sama rasakan, bagaimana jalan-jalan yang masih rusak, minimnya trotoar dan kemacetan yang tidak ada solusi," kata dia.
Jadi selama ini lanjut Aan, Truth menilai Pemkot Tangsel hanya membangun untuk fasilitas yang hanya menguntungkan personal pejabatnya.
"Kita bisa melihat bagaimana gedung DPRD yang dibangun dengan dana ratusan miliar, pembangunan gedung pusat pemerintahan juga habisin ratusan miliar, sekarang malah membangun fasilitas rumah dinas yang habis hampir Rp10 miliar. Tapi kalau membangun fasilitas untuk masyarakat malah setengah hati," pukas dia.
Sementara wakil Ketua DPRD Tangsel Amar bersyukur dengan pembangunan rumah dinas wali kota, sehingga tidak lagi memerlukan biaya sewa bulanan.
"Kalau rumah dinas wali kota itu sudah diatur dalam undang-undang, bagusnya kan kalau sudah punya rumah dinas berarti anggaran tunjangan perumahan wali kota tidak ada lagi setiap bulannya," ucap dia.
Rusti, pemilik usaha yang berada di dekat rumah dinas wali kota justru bersyukur dengan pembangunan tersebut. "Senang ya, bisa bertetangga sama pejabat, apalagi wali kota. Siapa tahu dia sering mampir makan. Kita sih asal saling menghormati, menghargai. Kalau ditegur pejabat orang kecil mah sudah senang," katanya.
Saat ini terpantau di lokasi yang akan dibangun rumah dinas wali kota, sejumlah pekerja tengah melakukan pembersihan lahan (ground clearing). Dari alang-alang dan pepohonan yang ada.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya