Pembangkit listrik dari sampah di Bekasi segara beroperasi

Rabu, 22 November 2017 19:23 Reporter : Adi Nugroho
Pembangkit listrik. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Pembangkit listrik tenaga sampah di TPA Sumurbatu milik Pemkot Bekasi akan segera dioperasikan secara resmi. Pihak ketiga yang mengerjakan pembangkit tersebut sudah merampungkan satu titik dari target empat titik di semua zona.

"Kami melakukan uji coba selama dua bulan," kata CEO NW Industries Group, Teddy Sujarwanto di TPA Sumurbatu, Rabu (22/11).

Menurut dia, PT Nusa Wijaya (NW) Abadi yang akan mengelola sampah TPA Sumurbatu, Bantargebang mengolah gunungan sampah di atas lahan seluas 15 hektar menggunakan teknologi Coal handling Control Building (CHCB).

"Ini bukan incenerator, seperti yang sekarang diributkan. Kalau incenerator dibakar di dalam boiler, kemudian gas buangnya susah dikontrol," katanya.

Menurut dia, gas buang dari pembakaran dinetralkan kembali di dalam reaktor. Sehingga tak menimbulkan gas dioksi yang bisa mencemari udara, dan berdampak buruk pada kesehatan.

Selama uji coba, kata dia, bisa mengolah sampah sampai dengan zero waste sebanyak 120 ton per hari. Adapun, listrik yang dihasilkan mencapai 18.000 kwh. Ke depan, dengan investasi hingga Rp 2 triliun, pihaknya akan membangun empat pembangkit listrik di setiap zona.

"PLN secara lisan sudah oke, akan membeli listrik yang dihasilkan," ujarnya.

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi meyakini dengan teknologi itu tak akan mengalami krisis lahan untuk membuang sampah. Saat ini, kata dia, lahan seluas 15 hektar di TPA Sumurbatu sudah overload, dengan tumpukan sampai mencapai 15 meter lebih.

"Kami akan pamerkan kepada presiden ketika kunjungan ke Bekasi awal Desember nanti, bahwa kami sudah mempunyai teknologi mengolah sampah menjadi listrik," kata Rah [fik]

Topik berita Terkait:
  1. Bekasi
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini