Peltu Lubis Mengaku Judi Sabung Ayam Berlangsung Sejak 2023, Setor Uang Keamanan ke Kapolsek Negara Batin

Hal itu dikatakan Peltu Lubis kepada majelis hakim dalam sidang di Pengadilan Militer I-04 Palembang, Senin (16/6).

Yosephin Suci Wulandari
Peltu Lubis Mengaku Judi Sabung Ayam Berlangsung Sejak 2023, Setor Uang Keamanan ke Kapolsek Negara Batin
Peltu Lubis Mengaku Judi Sabung Ayam Berlangsung Sejak 2023, Setor Uang Keamanan ke Kapolsek Negara Batin (Merdeka.com)

Terdakwa Peltu Yun Heri Lubis mengaku memberi uang setoran kepada Kapolsek Negara Batin, almarhum AKP Anumerta Lusiyanto. Hal itu dikatakan Peltu Lubis kepada majelis hakim dalam sidang di Pengadilan Militer I-04 Palembang, Senin (16/4).

Peltu Lubis mengakui sudah menjalankan judi sabung ayam di wilayah Way Kanan, Lampung sejak tahun 2023. Dia mengaku berkoordinasi bahkan memberikan sejumlah uang secara tunai maupun transfer kepada Lusiyanto.

"Kalau mau buka pasti saya koordinasi dengan Polsek setempat dengan menelepon kapolseknya," kata Peltu Lubis.

sidang prajurit tni tembak anggota polisi buntut penggerebekan sabung ayam
sidang prajurit tni tembak anggota polisi buntut penggerebekan sabung ayam merdeka.com

Saat persidangan berlangsung, Peltu Yun Heri Lubis tampak menangis mengakui kesalahannya. Dia juga meminta maaf kepada keluarga ketiga polisi yang gugur akibat ditembak Kopda Bazarsah.

"Saya minta maaf kepada keluarga korban, selama ini hubungan dengan Kapolsek Negara Batin sangat baik tidak pernah berselisih dengan siapa pun baik anggota mau pun pak Lusiyanto," ujar Peltu Lubis di ruang sidang.

Sebagai Dansub RamiNegaran 427-01/Pakuan Ratu, Peltu Lubis dengan Kapolsek Negara Batin, AKP Anumerta Lusiyanto mengaku telah mengenal lama dan sering patroli bersama.

"Dengan istrinya saya kenal di Polsek. Ibu tahulah kalau saya itu sama Kapolsek sering berkunjung maupun pengajian dan patroli bersama. Makanya sedikit kaget dengan kejadian ini," ucap Peltu Lubis.

sidang prajurit tni tembak anggota polisi buntut penggerebekan sabung ayam
sidang prajurit tni tembak anggota polisi buntut penggerebekan sabung ayam merdeka.com

Tak hanya itu, Peltu Lubis mengaku sering berkoordinasi dengan AKP Anumerta Lusiyanto terkait penggelaran judi sabung ayam. Dia menyebutkan jika Minggu (16/3), telah menghubungi Kapolsek untuk merencanakan judi sabung ayam rencananya dijadwalkan pada Senin (17/3).

Lalu, Peltu Lubis mendatangi Polsek Negara Batin untuk bertemu dengan AKP Anumerta Lusiyanto dan menyerahkan uang pengamanan Rp2 juta. Namun saat itu, AKP Lusiyanto tidak berada di tempat, sehingga uang itu dibawa kembali oleh terdakwa Kopda Bazarsah.

"Tanggal 17 saya menelepon Kapolsek, tapi tidak diangkat. Akhirnya Basar siapkan uang untuk antar ke Polsek, tapi Kapolsek tidak ada di tempat," kata Peltu Lubis.

Istri Korban Minta Pelaku Dihukum Berat

Sasnia, istri dari almarhum Kapolsek Negara Batin AKP Anumerta Lusiyanto menegaskan tak menerima permohonan maaf dari Peltu Lubis. Menurutnya penembakan dilakukan Kopda Bazarsah, anak buah Peltu Yun Heri Lubis, telah melewati batas.

"Tidak maafkan, dihukum mati saja, saya ada bukti foto, hari Minggu (16/3) kami di Belitang (OKU Timur, Sumatera Selatan), buka bersama keluarga. Tidak ada bertemu dengan dia (Peltu Yun Heri Lubis dan Kopda Bazarsah)," kata Sasnia.

Sementara itu, kuasa hukum keluarga korban dari Tim Hotman 911, Putri Maya Rumanti mengatakan bahwa terkait setoran uang judi itu belum dapat dibuktikan.

"Jadi Setoran uang judi itu kan menurut dia, tapi faktanya itu tidak bisa dia buktikan. Pada dakwaan dia bilang kalau sehari sebelumnya keduanya bertemu. Dan itu ditanya oleh majelis hakim kata dia (Peltu Lubis) ditelepon tapi tidak diangkat sama kapolsek. Dan itu yang dipertanyakan oleh majelis hakim, sampai hakim pun memojokkan terdakwa sendiri," kata Putri, Selasa (17/6).

Rekomendasi