Pelampung Ditemukan di Pantai Boom, Petugas Disebar Cari Penumpang KMP Tunu Pratama di Perairan Banyuwangi

Diduga, kapal yang baru berlayar 25 menit dari dermaga itu mengalami kebocoran di ruangan mesin.

Moh. Kadafi
Oleh Moh. Kadafi - Reporter
Pelampung Ditemukan di Pantai Boom, Petugas Disebar Cari Penumpang KMP Tunu Pratama di Perairan Banyuwangi
Pelampung Ditemukan di Pantai Boom, Petugas Disebar Cari Penumpang KMP Tunu Pratama di Perairan Banyuwangi (Merdeka.com)

Kapal Motor Penyebarangan (KMP) Tunu Pratama Jaya rute Pelabuhan Ketapang Banyuwangi-Pelabuhan Gilimanuk Bali, tenggelam di Selat Bali. Diduga, kapal yang baru berlayar 25 menit dari dermaga itu mengalami kebocoran di ruangan mesin.

Sebab sempat ada informasi yang masuk dan menyampaikan kapal itu mengelami kebocoran.

"Terdengar informasi di channel 17 untuk KMP Tunu Pratama Jaya meminta tolong dan mengalami kebocoran mesin kapal," kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy dalam keterangan tertulisnya, Kamis (3/7).

Beberapa menit kemudian, KMP Tunu Pratama Jaya mengalami black out dan kira-kira pukul 00.22 WITA, saat kapal bantuan akan memberikan pertolongan, ternayta Kapal KMP Tunu Pratama Jaya sudah terbalik dan hanyut ke arah selatan dengan titik koordinat 08°09.371', 114°25, 1569

"Untuk saat ini menunggu informasi dan untuk perkembangan akan diinformasikan kembali," imbuhnya.

Skema Pencarian Penumpang

Saat ini, ASDP Gilimanuk, Polres Banyuwangi, Basarnas, Pos TNI AL, masih terus melakukan pencarian terhadap penumpang dan kru. Informasi diterima, ada 53 penumpang dan 12 kru. Petugas sempat menemukan life jaket atau penampung yang diduga kuat milik penumpang kapal nahas itu.

"Sementara informasi didapat life jaket ditemukan di Pantai Boom banyuwangi. Dimungkinkan arus mengarah kembali ke Ketapang. Sampai saat ini pencarian masih berlangsung," ujarnya

Sebelumnya, Kapal Motor Penyebarangan (KMP) Tunu Pratama Jaya rute Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Jawa Timur menuju Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, yang berangkat pada Rabu (2/7) pukul 22.56 WIB tenggelam sekitar 25 menit setelah lepas jangkar.

Kejadian ini terlihat oleh petugas jaga syahbandar kemudian dilaporkan kepada Basarnas dan instansi terkait lainnya. Basarnas mengirimkan personil dari Pos SAR Banyuwangi yang terletak di Pelabuhan ketapang langsung melakukan pencarian dengan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB). Tim rescue dari Pos SAR Jembrana juga dikerahkan untuk melakukan upaya pencarian terhadap penumpang kapal yang tenggelam di Selat Bali tersebut.

"Saat ini ada tim dari Kantor SAR Surabaya juga yang merapat ke lokasi dan KN SAR Permadi yang dipersiapkan untuk berangkat mendukung operasi SAR," kata Kepala Kantor Sar Surabaya, Nanang Sigit dalam keterangan tertulisnya, Kamis (3/7).

Nanang Sigit yang juga selaku SAR Mission Coordinator dalam operasi SAR ini mengatakan, menurut data sementara yang berhasil dihimpun, data manifest kapal berjumlah 53 orang penumpang dan 12 orang kru kapal.

"Kapal yang diperkirakan tenggelam pukul 23.20 WIB ini juga memuat 22 kendaran diantaranya 14 truk tronton," ujarnya.

Rekomendasi