Pelaku penyerangan 7 siswa SD di Sabu pernah melamar jadi guru
Merdeka.com - Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) menyatakan, dari hasil pemeriksaan sementara diketahui bahwa Irwansyah (32), pelaku penyerangan terhadap tujuh murid Sekolah Dasar Negeri 1 Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT), beberapa kali pernah melamar kerja di sejumlah sekolah di wilayah itu. Pelaku melamar untuk menjadi guru.
"Pelaku yang telah meninggal dikeroyok oleh masyarakat Sabu, saat tiba di Sabu pernah melamar menjadi guru di sejumlah sekolah di Sabu, khususnya di SMP dan SMA sebagai guru mata pelajaran IT," kata Kapolda NTT Brigjen Pol E. Widyo Sunaryo seperti dilansir Antara, Kamis (15/12).
Kapolda menjelaskan, pelaku sendiri telah berada di Sabu sejak 17 November 2016, dan diperkirakan sudah tiga pekan berada di Sabu. Pelaku mengontrak sebuah rumah milik warga setempat.
Akibat tidak diterima menjadi guru di sekolah-sekolah yang pernah ia lamar, pelaku kemudian berprofesi sebagai pedagang barang.
"Ia tidak diterima di sekolah-sekolah tempat ia melamar, karena memang ia lulusan IT, sedangkan di sejumlah sekolah itu program IT belum ada, sehingga ia pun merubah profesinya sebagai pedagang," ujarnya.
Pria yang pernah menjabat sebagai Kapolres Atambua ini menambahkan, selama berada di Sabu Raijua, pelaku sendiri tidak pernah mau berbaur dengan warga sekitar. Bahkan pernah diajak makan bersama oleh orang yang punya rumah pun pelaku menolak dan tetap ingin menyendiri di dalam kamarnya.
Sementara terkait tujuh teman pelaku yang diberitakan sempat melarikan diri lanjutnya hal itu tidak benar. Ia mengatakan, sebelum kejadian tersebut ketujuh teman dagangnya pelaku tersebut memang sudah beranjak meninggalkan pelabuhan Seba. Namun pascapenyerangan tersebut ketujuh temanya itu kemudian dipanggil kembali.
Tetapi ketika hendak tiba di pelabuhan Seba, melihat banyaknya massa yang berkumpul di pelabuhan Seba, salah seorang dari ketujuh teman pelaku itu langsung melompat ke tengah laut.
"Yang melompat tersebut bernama Mohammad Hatta, hingga saat ini yang bersangkutan belum ditemukan. Diduga ia tewas karena tenggelam dan saat ini tengah dalam pencarian," ucapnya.
Kemudian terkait motif dari perbuatan pelaku penyerangan tersebut, Widyo menambahkan belum mengetahuinya. Namun secepatnya dirinya akan mengumpulkan keterangan dari para saksi yang ada di Sabu Raijua, termasuk juga keluarga dari pelaku yang berada di Jawa Barat.
(mdk/sho)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya