Pelaku Homoseksual Rekam Video saat Cabuli Bocah SMP

Selasa, 20 November 2018 01:02 Reporter : Moch. Andriansyah
Pelaku Homoseksual Rekam Video saat Cabuli Bocah SMP Polrestabes Surabaya Bekuk Pelaku Homo Seksual.. ©2018 Merdeka.com/Mochammad Andriansyah

Merdeka.com - Cabuli bocah laki-laki hingga enam kali, terhitung sejak Agustus hingga 3 November 2018, Saidina Muharifin alias Alex (25), pelaku seks menyimpang warga kos di Jalan SMEA Gang SS, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur ini terpaksa berurusan dengan polisi.

Tak hanya berbuat tak senonoh kepada korban, RA (14), warga Surabaya, si pelaku homo seksual itu juga melakukan ancaman kepada bocah yang masih duduk di bangku SMP kelas IX tersebut.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni mengatakan, petaka yang dialami korban bermula dari perkenalannya dengan pelaku di salah satu aplikasi media sosial.

Melalui dunia maya itu, pelaku merayu korban. Bahkan rela membayar ojek online untuk antar-jemput korban di sekolahnya dan mentraktirnya makan-makan.

"Setelah korban mulai percaya dengan pelaku, korban mau saja diajak ke tempat kos pelaku di Jalan SMEA, Wonokromo," terang Yeni di Mapolrestabes Surabaya, Senin (19/11).

Nah, di tempat kos pelaku inilah korban dicabuli pelaku disertai ancaman. Pelaku juga merekam kejadian itu melalui hanphonenya (HP). "Dengan rekaman ini, pelaku melakukan ancaman jika korban menolak dicabuli akan disebarkan ke teman-teman sekolahnya dan korban akan disakiti," ungkapnya.

"Perbuatan pelaku ini sudah dilakukan sebanyak enam kali di tiap korban pulang sekolah sekitar pukul 14.00. Semuanya dilakukan di tempat kos pelaku sejak bulan Agustus hingga 3 November," sambung mantan Kanit PPA Polres Surabaya Timur ini.

Selanjutnya, berdasarkan laporan orang tua korban setelah mengetahui kejadian tak senonoh pelaku itu, polisi melakukan penangkapan. "Pelaku kami tangkap setelah kami mendapat laporan orang tua korban," kata Yeni.

Pelaku sendiri, di hadapan penyidik mengaku memang suka dengan korban dan ingin menggaulinya, meski sesama jenis. "Kami melakukannya atas dasar suka sama suka kok," dalih pelaku.

Namun, apapun dalihnya, pria asli Pekanbaru, Riau ini tetap akan dijerat Pasal 82 Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2004 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. [rhm]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini