Pelaku Bom Bunuh Diri di Pospol Kartasura Berafiliasi dengan ISIS

Senin, 10 Juni 2019 16:38 Reporter : Nur Habibie
Pelaku Bom Bunuh Diri di Pospol Kartasura Berafiliasi dengan ISIS Pelaku Percobaan Bom Bunuh Diri di Kartasura. ©2019 Merdeka.com/Nur Habibie

Merdeka.com - Kabagpenum Divhumas Polri, Kombes Asep Adi Saputra mengatakan, hasil dari pemeriksaan terhadap RA (22), pelaku bom bunuh diri di Pos Pantau Polisi Kartasura ternyata tidak sendirian atau lone wolf.

"Jadi para penyidik setelah melakukan pengembangan terhadap tersangka RA yang semula dalam kondisi pengobatan dia tidak mengakui perbuatan-perbuatan secara terbuka, lalu kemudian dari hasil pemeriksaan yang intensif mendapat keterangan bahwa tersangka RA ini tidak melakukan sendiri," kata Asep di Humas Polri, Jakarta Selatan, Senin (10/6).

Mengetahui hal itu, Densus 88 antiteror langsung melakukan pengembangan. Hasil dari pengembangan, Densus menangkap dua pelaku aksi teror lainnya. Penangkapan dilakukan pada Minggu (9/6) kemarin.

"Pertama itu penangkapan dilaksanakan di daerah Lampung yang diamankan adalah tersangka AA alias Umar umur 30 tahun. Kemudian sebelumnya juga ditangkap di daerah Sukoharjo tersangka S umur 31 tahun," ujarnya.

"Kedua tersangka ini merupakan bagian dari upaya pelaksanaan aksi bom bunuh diri di Kartasura tersebut yang pada tanggal 3 Juni lalu," tambahnya.

Asep menjelaskan, peran dari kedua tersangka ini yakni AA berperan untuk mengetahui tentang rencana aksi yang akan dilakukan oleh RA. Yaitu melakukan aksi upaya bom bunuh diri di depan Pos Pantau Kartasura.

"Kedua tersangka ini juga adalah merupakan bagian orang-orang yang turut secara bersama-sama merakit bom yang akan diledakkan pada tanggal 3 Juni itu. Jadi secara keseluruhan Densus 88 telah berhasil mengungkap kasus ini yang di mana awalnya kita menyimpulkan inilah sebuah upaya lone wolf," jelasnya.

Hasil dari pemeriksaan Densus, ketiganya itu ternyata merupakan simpatisan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), yang berbaiat langsung kepada Pimpinan ISIS, Abu Bakar Al-Baghdadi.

"Jadi saat ini seluruh tersangka masih dalam pemeriksaan yang intensif oleh rekan-rekan Densus," pungkasnya.

Sebelumnya, Kapolda Jawa Tengah Irjen Rycko Amelza Dahniel mengatakan, ledakan yang terjadi di pos polisi Kartasura diduga bom bunuh diri. Adapun pelakunya saat ini dalam kondisi kritis.

Ledakan terjadi sekitar pukul 22.30-22.45 WIB, Senin (3/6). "Satu orang jadi korban juga pelaku," kata Rycko di lokasi kejadian, Selasa (4/6).

Menurut Rycko, korban disebut juga sebagai pelaku karena hasil penyelidikan pihaknya ditemukan beberapa bahan peledak di tubuh pelaku. "Bahan-bahan peledak itu menempel di bagian tangan, pinggang, dan kaki. Korban saat ini kritis," kata Rycko.

Dalam peristiwa ledakan di pos polisi Kartasura itu, tak ada petugas polisi yang terluka. Hanya pria diduga pelaku yang tergeletak. [eko]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini