Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pelaku bom Bandung jaringan lama, Kapolri ingatkan deradikalisasi

Pelaku bom Bandung jaringan lama, Kapolri ingatkan deradikalisasi jenazah pelaku bom panci di bandung dibawa ke Jakarta. ©2017 Merdeka.com/andrian salam

Merdeka.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menganggap perlu ada program deradikalisasi untuk menangkal aksi terorisme di Indonesia. Sebab, para pelaku teror, rata-rata pernah ditangkap. Tapi setelah dibebaskan, kembali melakukan aksi teror.

Seperti yang dilakukan dua pelaku bom panci di Bandung pagi tadi (27/2) misalnya. Menurut Tito, pelaku pernah ditangkap pada operasi tahun 2011 di Aceh. Saat itu, Tito memimpin operasi penangkapan 70 orang anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang tengah melakukan latihan di Aceh.

Termasuk pelaku bom panci di Bandung ikut dalam latihan tersebut dan ikut diamankan. "Dia (pelaku bom panci di Bandung) kena 3 tahun, kemudian dilepas, dibebaskan ya. Dulu dia masuk jaringan JAD Bandung. Afiliasinya ke Aman Abdurrahman," kata Tito di Surabaya.

Sayangnya, setelah tiga tahun menghirup udara bebas, para pelaku muncul dan kembali melakukan teror di Taman Pendawa, Bandung. Peristiwa peledakan di Bandung ini, kata Tito, membuktikan perlu adanya program deradikalisasi.

"Artinya, saat berada dalam penjara, harus dilakukan pendekatan lagi terhadap para pelaku teroris," ucap Tito.

Begitu pula setelah keluar dari penjara, lanjut dia, harus tetap dilakukan pendekatan. Sebab, jika tidak dilakukan deradikalisasi, saat keluar dari tahanan, para pelaku teror akan kembali ke jaringannya.

"Makanya, apapun namanya, entah itu deradikalisasi, modernisasi atau rehabilitasi harus dilakukan. Sebab, kalau tidak, mereka akan kembali ke embrio jaringannya," tegasnya.

Seperti diketahui, pagi tadi di Taman Pendawa, Bandung terjadi ledakan yang berasal dari bom panci. Bom ini juga disertai dengan paku. Satu pelaku berhasil kabur dan satu lagi terpaksa ditembak petugas.

Sebelum ditembak, pelaku melepaskan tembakan ke arah polisi dan berteriak minta teman-temannya yang ditahan di Brimob Kelapa Dua dibebaskan. Namun, setelah diperingatkan tiga kali dan menolak menyerahkan diri, polisi terpaksa menembak dada pelaku, hingga akhirnya tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP