Pekan Depan, Jokowi Panggil Kapolri Tanya Kasus Novel Baswedan
Merdeka.com - Penyidikan kasus penyerangan air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, jatuh tempo awal Desember ini. Rencananya, Presiden Joko Widodo akan memanggil Kapolri Jenderal Idham Azis untuk menagih hasil penyelidikan kepolisian.
"Nanti saya jawab setelah saya dapat laporan dari Kapolri. Senin akan saya undang Kapolri," kata Jokowi di Jalan Tol Kuciran-Serpong Provinsi Banten, Jumat (6/12).
Jokowi belum mau berbicara banyak terkait hal tersebut. Namun, dia meyakini bahwa pelaku penyerangan Novel akan ditemukan.
"Saya yakin, Insya Allah ketemu," ucapnya.
Novel Tagih Penjelasan Kapolri
Kuasa Hukum Novel Baswedan menilai Kapolri Jenderal Idham Aziz tak serius mengusut kasus penyiraman dialami penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut. Kuasa Hukum menyinggung sepak terjang Jenderal Idham Aziz sejak menjabat Kapolda Metro Jaya hingga dipercaya menjadi ketua tim teknis pengusutan kasus Novel Baswedan saat menjadi Kabareskrim tak kunjung tuntas.
"Idham Aziz masih ketua tim biar dia Kapolri, ya kalo dia ngomong akan ada Kabareskrim baru diselesaikan omong kosong itu, dia kagak mau ngungkap juga," kata salah satu kuasa hukum Novel Baswedan, Saor Siagian saat dihubungi merdeka.com, Selasa (4/12).
Saor pun menagih janji Kapolri Idham Aziz bakal menuntaskan kasus Novel Baswedan saat bertemu pimpinan KPK awal November lalu omong kosong. Terlebih setelah tenggat pengusutan kasus penyiraman air keras Novel Baswedan ditentukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) awal Desember berakhir.
"Jadi kalo dibilang Wakabareskrim ini omong kosong. Idham Aziz enggak mau mengungkap peristiwa siapa penyerang itu," ujar Saor.
KPK Minta Polri Terbuka
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang meminta Polri terbuka dalam menangani kasus teror air keras terhadap penyidik Novel Baswedan. Saut meminta Polri menjelaskan kepada publik sudah sejauh mana penyelidikan kasus tersebut.
"Atau paling tidak perkembangan prosesnya sudah sejauh apa, diberi tahu ke publik," ujar Saut saat dikonfirmasi, Rabu (4/12).
Saut mengatakan, KPK masih berharap Polri segera menuntaskan kasus yang sudah 2 tahun lebih tak terungkap. Saut meminta kepada Polri untuk segera mengungkap pelaku maupun dalang di balik teror air keras tersebut.
Reporter: Lizsa Egeham
Sumber: Liputan6.com
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya