PDIP yakin elektabilitas Risma tinggi, tapi Pilgub Jatim masih jauh
Merdeka.com - PDIP menilai Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memiliki elektabilitas tinggi dan akan mampu merebut hati masyarakat Jawa Timur. Namun, PDIP menganggap Pilgub Jawa Timur 2018 masih jauh. Sehingga, partai besutan Megawati Soekarnoputri ini belum memutuskan langkah politiknya di Pilkada serentak tahun depan tersebut.
"Pilgub Jatim masih jauh. Masih tahun depan. DPD PDIP Jatim jugaa belum mengumumkan apa pun terkait itu," kata Ketua Bapilu DPC PDIP Surabaya, Adi Sutarwijono, Kamis (2/2).
Menurut politikus akrab disapa Awi ini, mekanisme pencalonan di partainya normalnya didahului dengan penjaringan dan penyaringan para calon. "Di PDIP itu yang saya kenal mekanisme organisasi dijalankan dahulu, baru kemudian diambil keputusan," ungkapnya.
"Jadi bukan sebaliknya. Keputusan dulu baru mekanisme kemudian. Sistem ini tidak dikenal di PDIP. Namun, saya mendengar arus isu yang berkembang, sejumlah nama bermunculan," katanya.
Bakal-bakal calon yang mulai bermunculan, termasuk nama Wali Kota Risma dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas itu berasal dari bupati dan wali kota yang dianggap berhasil, dan telah memimpin dengan baik di periode keduanya.
"Itu (munculnya banyak calon) wajar. Karena akselerasi karir lebih lanjut dari kader-kader PDIP yang ditugaskan di pemerintahan. Saya juga mendengar kabar Bu Risma diunggulkan dalam rencana kontestasi itu," katanya lagi.
Karena Awi, rekam jejak pemerintahan Risma di Surabaya sangat baik. "Di Pilkada 2015, Bu Risma meraih suara 86,3 persen. Suatu dukungan publik yang sangat mutlak bagi Bu Risma. Dan, di periode pemerintahan kedua ini, porseneleng Bu Risma makin kencang dalam memimpin Surabaya," katanya.
Politikus yang juga Wakil Ketua DPC PDIP Surabaya ini juga meyakini popularitas Risma sangat tinggi. "Juga keterpilihan dia. Itu bisa dilihat dalam kontestasi Pilgub DKI yang lalu, yang mana popularitas Bu Risma terus meningkat hingga kabarnya mencapai 34 persen," katanya yakin.
Sayang, kata Awi, di Pilgub DKI Jakarta, DPP PDIP memutuskan untuk mengajukan nama pasangan Basuki T Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat. "Biasanya, di PDIP dijalankan survei terlebih dahulu. Ini untuk mengetahui popularitas dan keterpilihan calon-calon. Ada baiknya metode itu dijalankan lebih dahulu sebelum akhirnya diambil keputusan final. Ini hanya saran saya saja," ungkapnya lagi.
Dia juga mengungkap, sejauh ini Risma belum pernah mengajak bicara partai (PDIP) terkait kontestasi Pilgub Jawa Timur 2018. "Ini karena karakter Bu Risma memang tidak mau meminta-minta jabatan. Hari-harinya dihabiskan untuk bekerja di pemerintahan. Karena dalam konsepsi Bu Risma, jabatan itu adalah amanah," katanya.
"Tentang tugas-tugas di masa depan, Bu Risma tidak pernah memikirkan. Tugas-tugas hari ini, dikerjakan habis-habisan. Ibarat pepatah, biji yang baik bakal jatuh di tempat yang baik," sambung Wakil Ketua Komisi A DPRD Surabaya tersebut.
Namun, Awi tetap meyakini, Pilgub Jawa Timur 2018 merupakan momentum bagi partainya untuk memenangkan hati dan pikiran rakyat Jawa Timur. "Dengan kekuatan gotong-royong di PDIP, semoga upaya ini berhasil," tandasnya.
Seperti diketahui, saat ini, beberapa partai di luar PDIP, seperti Partai Amanat Nasional (PAN) dan Hanura tengah mengincar nama Risma di pesta demokrasi lima tahunan di provinsi timur Pulau Jawa ini.
Sejumlah nama yang juga santer disebut-sebut bakal meramaikan bursa penyalonan Pilgub Jawa Timur diantaranya; Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf, Ketua PKB Jawa Timur Halim Iskandar.
Kemudian Ketua PAN Jawa Timur Masfuk, Wali Kota Tri Rismaharini, Bupati Abdullah Azwar Anas, anggota DPR dari NasDem Hasan Aminuddin dan sederet nama top lainnya. (mdk/dan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya