PDIP Dukung UGM Perjuangkan Nobel Perdamaian Untuk NU dan Muhammadiyah

Rabu, 30 Januari 2019 23:40 Reporter : Merdeka
PDIP Dukung UGM Perjuangkan Nobel Perdamaian Untuk NU dan Muhammadiyah Hasto Kristiyanto. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mendukung langkah pihak Universitas Gadjah Mada (UGM) yang berupaya memperjuangkan pemberian nobel perdamaian kepada ormas Islam Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyampaikan, Bung Karno dalam merancang naskah awal pembukaan UUD 1945 pastinya memperhatikan perjuangan dan semangat dalam melaksanakan ketertiban dunia. Terdiri dari kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial yang merupakan implementasi dari Pancasila.

"Inilah semangat membangun persaudaraan dunia dimana Pancasila hadir sebagai solusi atas jalan tatanan dunia baru tersebut," tutur Hasto dalam keterangannya, Rabu (30/1).

Dasar seluruh filsafat yang membawa kemerdekaan Indonesia dan demi mewujudkan persaudaraan dunia itu, lanjut Hasto, tidak terlepas dari keteledanan dua organisasi Islam terbesar di Indonesia yakni NU dan Muhammadiyah.

"Kedua organisasi ini menjadi pelopor dalam membangun sintesa yang sempurna antara Islam dan Pancasila, Pancasila dan Islam," jelas dia.

Menurut Hasto, jargon nasionalisme sebagian dari Iman dalam NU menjadikan Pancasila sebagai dasar, jiwa dan kepribadian bangsa sangat diakui. Sebagaimana menyatunya tradisi kebudayaan masyarakat Indonesia, pendidikan pesantren yang unik dan khas nusantara serta mekanisme untuk melakukan musyawarah dalam menghadapi berbagai persoalan mendasar bangsa.

Sama halnya dengan Muhammadiyah yang dengan semangat Islam berkemajuan untuk kemaslahatan umat, berdakwah melalui bidang pendidikan, kesehatan, sosial dan gerak ekonomi kerakyatan menjadi contoh kemajuan peradaban Indonesia.

"PDI Perjuangan percaya, dengan tradisi keislaman yang membangun watak dan jati diri bangsa, maka pemberian nobel perdamaian tersebut sangat relevan. Mengingat peran Muhammadiyah dan NU dalam mewujudkan Islam yang toleran, damai, dan menjadi inspirasi bagi dunia," tandas Hasto.

Reporter: Nanda Perdana Putra

Sumber : Liputan6.com [ray]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini