PBSI: Harusnya KPAI Lihat Audisi PB Djarum dan Tanya Orang Tua Soal Eksploitasi

Minggu, 8 September 2019 18:26 Reporter : Lia Harahap
PBSI: Harusnya KPAI Lihat Audisi PB Djarum dan Tanya Orang Tua Soal Eksploitasi Audisi Beasiswa Bulutasngkis 2019 PB Djarum di GOR Satria Purwokerto. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Bakti Olahraga Djarum Foundation memutuskan menghentikan Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis yang digelar PB Djarum mulai 2020. Keputusan ini diambil sebagai langkah mereduksi polemik yang mencuat belakangan ini. KPAI menuding Djarum Foundation melakukan eksploitasi anak dengan penyematan logo merek rokok di seragam yang dikenakan anak-anak peserta audisi.

Pengurus Besar Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menyayangkan polemik yang berakhir dengan keputusan Djarum menyetop audisi beasiswa untuk menjaring calon atlet nasional. Dia menilai, sebaiknya KPAI melihat secara langsung audisi beasiswa tersebut sebelum mengeluarkan tuntutan dan rekomendasi. KPAI juga bisa berinteraksi dengan peserta audisi dan orang tua mengenai polemik eksploitasi.

"Saya malah berharap KPAI sebelum keluarkan tuntutan itu datang saja ke audisinya. Lihat boleh tanya ke orang tua ke peserta apa mereka merasa tereksploitasi? Apakah mereka merasa digunakan seperti itu?" ujar Sekretaris PB PBSI Achmad Budiarto kepada merdeka.com, Minggu (8/9).

PBSI menilai wajar jika akhirnya Djarum memutuskan menghentikan audisi tahun depan. Seolah usaha mereka selama ini tidak mendapat dukungan penuh. Justru dinilai mengeksploitasi anak-anak.

"Djarum kita bisa pahami kekecewaannya. Keluar biaya, usaha, tenaga, tapi digitukan. Kita pahami. Kita lagi coba dinginkan suasana. kita juga imbau pihak berkompeten di sini dan rekan KPAI bisa pahami dan mengerti," katanya.

Dia memuji peran PB Djarum terhadap kemajuan dan prestasi bulu tangkis Indonesia. Atlet berbakat dan juara dunia lahir dari tempaan markas PB Djarum di Kudus, Jawa Tengah. Sebut saja Liem Swie King, Christian Hadinata, Alan Budikusuma, Haryanto Arbi, Kevin Sanjaya, Liliyana Natsir, hingga Tantowi Ahmad dan lainnya.

"Kita tahu kontribusinya seperti apa. Makanya ini jadi suatu dilematis, ironis dan tragis," ucapnya.

Meski sudah mengeluarkan keputusan penghentian audisi, PB Djarum diharap tetap konsisten dan berkontribusi terhadap kemajuan bulutangkis nasional.

"Tanpa mereka, sulit. Kemarin (Olimpiade Brasil), muka kita terselamatkan oleh siapa? itu karena Butet dan Tantowi. Mereka kan dari PB Djarum," tegasnya.

Untuk diketahui, Bakti Olahraga Djarum Foundation memutuskan menghentikan Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis yang digelar PB Djarum mulai 2020. Keputusan ini diambil sebagai langkah mereduksi polemik yang mencuat belakangan ini.

Sejak 2006, Bakti Olahraga Djarum Foundation tak berhenti menjaring calon bintang bulutangkis masa depan, lewat Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis. Namun, perhelatan pada 2019 ini akan menjadi audisi terakhir.

Pengumuman itu disampaikan langsung oleh Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, dalam acara konferensi pers, di Hotel Aston, Purwokerto, Sabtu (7/9). Acara tersebut dilaksanakan menjelang rangkaian kedua audisi umum tahun ini, yang diselenggarakan mulai Minggu (8/9) hingga Selasa (10/9), di GOR Satria, Purwokerto.

"Sesuai dengan permintaan pihak terkait, pada audisi kali ini kita menurunkan semua brand PB Djarum. Pihak PB Djarum sadar untuk mereduksi polemik itu kami menurunkannya," kata Yoppy.

Jangan Lewatkan:

Ikuti Polling Adakah Unsur Eksploitasi Anak dalam Audisi Bulutangkis PB Djarum? Klik disini [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini