Pasutri terduga teroris di Karangploso Malang dikenal tertutup

Selasa, 15 Mei 2018 17:07 Reporter : Rizky Wahyu Permana, Yoga Tri Priyanto
rumah terduga teroris di Kepuharjo Kabupaten Malang. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Rumah bercat kuning yang terletak di dalam gang di Dusun Turirejo, Kepuharjo, Karangploso, Kabupaten Malang itu terlihat tak ada bedanya dengan rumah-rumah lain di kampung. Hanya ada tulisan kecil menempel di pagar yang menandakan mereka berjualan tahu pong sutra.

Hal yang paling membedakan rumah tersebut dari lingkungan sekitarnya adalah karena pemiliknya yang sangat tertutup dan baru saja ditangkap polisi karena diduga terlibat aksi terorisme. Rumah itu dihuni oleh Kristianto bersama istrinya Sri Winarti serta ketiga anaknya.

Pada Selasa (15/5) siang, Kristianto ditangkap polisi. Selanjutnya dilakukan penggeledahan di rumahnya mulai sekitar pukul 14.00 hingga berakhir sebelum pukul 15.00 WIB.

Berdasarkan penuturan Nurhadi, Ketua RT di lingkungan RT 26 RW 9, keluarga tersebut memang cukup tertutup. "Orangnya itu ya tertutup, enggak pernah kumpul dengan tetangga," kata Nurhadi.

Dia juga menuturkan bahwa selama ini tidak pernah ada laporan dari warga menyangkut keluarga tersebut. Hanya mereka sedikit curiga dengan keluarga itu yang sangat tertutup.

"Warga takut dan curiga karena sangat tertutup dan enggak pernah ngobrol dengan tetangga," ujarnya.

Selain itu, Nurhadi juga menyebut bahwa rumah tersebut sering didatangi orang luar yang ke rumah tersebut. "Sering ada perkumpulan yang mampir ke sini bawa mobil malam-malam, seringnya pengajian," tutur Nurhadi.

Kristianto dan keluarganya sendiri sudah tinggal di rumah di daerah Kepuharjo tersebut sejak sekitar setahun lalu pada medio 2017. Walau begitu, mereka memang dikenal jarang bersosialisasi bahkan pada tetangga depan rumah.

Hal ini diungkapkan oleh Agus yang tinggal di seberang rumah Kristianto. Bahkan istri dari Kristianto juga tak pernah menjawab jika diajak berbicara.

"Yang perempuan ini kalau ditanya enggak pernah ngomong," jelas Agus.

Banyaknya orang yang hilir mudik di rumah Kristianto juga dianggap Agus cukup mencurigakan. Dia menuturkan banyak mobil yang datang ke rumah tersebut dan membawa banyak pengunjung.

"Biasa yang datang ada yang kelihatan masih mahasiswa tapi juga kadang ada ibu-ibunya," jelas Agus.

"Biasanya juga sering keluar malam sekitar jam 12-1an gitu," sambungnya.

Aktivitas malam ini juga diakui oleh Choirul Anwar, tetangga sebelah rumah Kristianto. Dia menyebut bahwa Kristianto sering keluar dan pulang malam-malam serta membawa barang.

"Setiap pulang biasanya malam-malam sambil bawa apa enggak tahu," jelas Choirul.

Saking tertutupnya Kristianto, Choirul menuturkan bahwa dia bahkan tak mengetahui nama tetangganya tersebut. Bahkan dia tidak pernah berkumpul dengan tetangga dan keluar rumah. Waktu kapan itu gotnya saja kotor enggak dibersihkan," kata Choirul.

Menurut Khoirul, tetangga yang tinggal persis di samping rumahnya, Kristianto sering membuat kegaduhan saat malam hari. "Hampir setiap malam, saya mendengar seperti ada yang dipukul. Seperti membuat sesuatu. Sampai dinding rumah kami terasa sekali getarannya. Kadang jam 10 malam, kadang jam 2 atau jam 3 pagi," terang Khoirul.

Selain itu, istri dari Kristianto itu tidak pernah berbicara sepatah kata pun. Bahkan menyapa tetangga pun tidak. Jarang sekali tetangga melihatnya keluar rumah. Untuk belanja saja, istri Kristianto meminta anaknya yang laki-laki untuk pergi ke warung.

"Kalau belanja, mereka menyuruh anaknya yang masih kecil. Mungkin SD ya. Laki-laki. Dia pergi ke warung. Saya kurang jelas usia berapa karena tiga anaknya itu tidak ada yang bersekolah. Yang paling besar itu mungkin berusia 12 tahun dan tidak sekolah," imbuh Khoirul.

Saat ditanya mengenai kegaduhan yang sering mengganggu itu, Kristianto tidak pernah menjawab dan hanya mengatakan bahwa itu bagian dari pekerjaan. Sayangnya, tidak ada yang tahu apa pekerjaan Kristianto sebenarnya.

Pihak kepolisian dan Densus sebelumnya berhasil mengamankan dua orang yang juga pasutri dan diindikasi sebagai jaringan teroris di Banjararum, Malang pada Selasa (15/5) dini hari. [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini