Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pasca erupsi Merapi, 3 jenis flora dan 2 fauna terancam punah

Pasca erupsi Merapi, 3 jenis flora dan 2 fauna terancam punah merapi. shutterstock

Merdeka.com - Pasca erupsi Merapi yang terjadi pada tahun 2010 lalu mengakibatkan banyak tanaman asli di kawasan gunung yang teraktif di dunia itu mengalami kepunahan. Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kabupaten Sleman, DIY mencatat, setidaknya tiga jenis flora khas Lereng Merapi yang telah mengalami kepunahan.

Ketiga jenis flora itu adalah tanaman gondopuro, anggrek panda three color serta buah sarangan. Selain itu, beberapa jenis satwa atau fauna juga sudah menghilang habitatnya termasuk elang Jawa, dan burung punglor yang merupakan identitas Kabupaten Sleman.

"Kami sudah merintis upaya untuk menghidupkan kembali tanaman endemik Merapi yang nyaris punah. Salah satunya dengan membangun Taman Kehati. Taman konservasi itu berada di Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem dengan luasan lahan tiga hektare," ungkap Kepala KLH Kabupaten Sleman Epiphana Kristiani kepada wartawan, Senin (3/12).

Taman perlindungan flora dan fauna kawasan Gunung Merapi yang terdiri dari tujuh blok itu dimaksudkan pula sebagai kawasan wisata edukasi alternatif.

"Kalau sewaktu-waktu ada pihak yang butuh tanaman asli Merapi untuk ditanam kembali, di taman ini sudah disediakan bibitnya. Keseluruhan ada sekitar 100 jenis pohon ditanam di Taman Kehati. Beberapa di antaranya merupakan tumbuhan langka seperti cendana, kayu merah, dan gaharu," pungkas Epiphana. (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP