Pasien Virus Corona Dirawat di RSPI Sulianti Saroso Ditangani dengan Alat Khusus

Senin, 2 Maret 2020 21:40 Reporter : Ronald
Pasien Virus Corona Dirawat di RSPI Sulianti Saroso Ditangani dengan Alat Khusus Direktur Utama RSPI Prof dr Sulianti Saroso, Mohammad Syahril. ©2020 Merdeka.com/Ronald Chaniago

Merdeka.com - Pemerintah memiliki alasan khusus untuk merawat pasien terinfeksi Virus Corona atau COVID-19 di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof dr Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara.

Menurut Direktur Utama RSPI Prof dr Sulianti Saroso, Mohammad Syahril mengatakan, rumah sakit tersebut mempunyai alat khusus untuk mengisolasi pasien.

"Kenapa rujukan? Karena di sini ada alat yang khusus untuk mengisolasi pasien itu agar tidak terjadi penularan. Karena begitu pasien masuk ruang itu, kami punya alat agar suasana di sana kondusif agar tidak terjadi penularan virus," ujarnya di RSPI Prof dr Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, Senin (2/3).

Katanya, RSPI Prof dr Sulianti Saroso memiliki alat yang akan digunakan ialah Negative Presure Wound Therapy (NPWT) atau terapi luka dengan tekanan negatif. Selain itu, lanjutnya, ada alat yang bernama Air Hanfling Unit (AHU) yang berfungsi mengatur sirkulasi udara.

"Negatif pressure atau tekanan negatif. Terus ada lagi air handling unit untuk mengatur udara ini atau sirkulasi agar virus tadi tidak menyebar," katanya.

1 dari 1 halaman

Pasien Dirawat di Ruang Isolasi

Di dalam rumah sakit tersebut kabarnya memiliki ruangan standar isolasi dengan peralatan yang memadai. Berikut potret ruangan isolasi di RSPI yang digunakan untuk merawat pasien terjangkit virus corona.

Ruangan Mawar I merupakan sebuah ruangan khusus yang ada di Rumah Sakit Pusat Infeksi Sulianti Saroso untuk merawat kasus-kasus isolasi ketat seperti H5N1, Mers, Covid-19 atau corona dan lain sebagainya.

Dalam rumah sakit ini juga mempunyai standarisasi yang ketat dalam perawatan pasien kasus infeksi Emerging.

Dilansir dari website resmi RSPI, ruangan isolasi khusus ini memiliki tekanan negatif di setiap ruangannya.

Di atas merupakan contoh ruang isolasi khusus yang dilengkapi dengan ventilasi tertutup HEPA filter untuk kasus-kasus dengan penularan airbone.

Proses pemindahan pasien yang terinfeksi suatu virus juga dilakukan dengan standar yang telah ditetapkan. Perawat terlihat menggunakan semacam jaz hazmat untuk melindungi tertular dari paparan virus.

Untuk kasus infeksi berat, RSPI juga menyediakan tenaga medis pendukung yang terlatih. Ruang isolasi khusus ini memiliki kapasitas 10 ruang perawatan biasa dan 1 ruangan untuk perawatan HCU/ICU.

Perawat dalam proses pemindahan juga terlihat menggunakan pakaian pelindung lengkap dengan masker dan helm.

Sebelumnya, virus corona atau Covid-19 telah masuk Indonesia. Presiden Joko Widodo atau Jokowi memastikan dua orang WNI positif terinfeksi di Jakarta. Ibu berusia 64 tahun dan anaknya yang berusia 31 tahun dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

Jokowi menceritakan kronologi masuknya virus corona ke tanah air. Kasus ini terungkap setelah ada laporan warga negara Jepang dinyatakan positif usai berkunjung ke Indonesia. Pemerintah kemudian menelusuri siapa saja yang kontak dengan WN Jepang tersebut.

"Begitu ada informasi bahwa orang Jepang yang ke Indonesia kemudian tinggal di Malaysia dan dicek di sana positif corona, tim dari Indonesia langsung telusuri. Orang Jepang ke Indonesia bertamu ke siapa, bertemu siapa ditelusuri dan ketemu. Ternyata orang yang terkena virus corona berhubungan dengan 2 orang, ibu 64 tahun dan putrinya 31 tahun," tutur Jokowi. [gil]

Baca juga:
Ridwan Kamil: Jika Merasakan Gejala Virus Corona, Pro Aktif Periksakan Diri
Jabar Siaga Satu Virus Corona, Ridwan Kamil Berencana Bentuk Crisis Center
Kemenkes Pantau 48 Orang yang Sempat Kontak dengan 2 Warga Depok Positif Corona
Menkes Terawan Kunjungi RS Mitra Keluarga Depok
Kemenkes Akan Periksa Kesehatan Kelompok Dansa usai 2 WNI Positif Corona

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini