Pasar Klewer Sepi Imbas KLB Corona, Pedagang Minta Keringanan Retribusi
Merdeka.com - Status KLB yang ditetapkan oleh Pemkot Solo sejak 13 Maret lalu, membuat Pasar Klewer sepi. Pedagang mulai mengeluh, karena tak banyak pembeli yang datang ke pasar batik terbesar itu. Mereka berencana meminta keringanan retribusi ke Pemkot Solo.
Tak hanya Pasar Klewer, imbas KLB Corona juga dirasakan hampir seluruh pasar tradisional. Para pelanggan dari luar kota yang biasanya membeli dalam jumlah banyak atau kulakan pun menunda kedatangannya ke Solo.
Selama KLB berlaku selama sepekan ini, pedagang di pasar tradisional di Solo mulai merasakan sepinya membeli termasuk pedagang di Pasar Klewer. Pedagang pun mulai berfikir agar diberikan keringanan retribusi.
"Sudah hampir seminggu ini pembeli di Pasar Klewer sepi. Saya tidak mungkin menutup kios selama 14 hari. Tidak mungkin kerja dari rumah, kasihan karyawan saya kalau di rumahkan," ujar Aulia Rohmah, salah satu pedagang," Senin (23/3).
Menurut dia, kondisi yang sama juga dirasakan pedagang lainnya. Ia bersama pedagang lain berharap Pemkot Solo agar meniadakan penarikan retribusi, paling tidak selama diberlakukan KLB Corona.
"Penghapusan retribusi menurut saya sangat adil jika melihat lesunya ekonomi selama Solo KLB Corona," katanya.
Ia menambahkan, dalam sehari ia mengeluarkan biaya operasional yang sama. Sementara pendapatan per hari turun drastis akibat sepi pembeli. Belum lagi para pedagang juga harus membayar cicilan pinjaman di bank.
"Kalau saya setuju saja, mungkin itu bisa meringankan beban kami. Itu solusi terbaik jika melihat lesunya pembeli," kata Halimah, pedagang lainnya.
Meskipun nilai retribusi tidak terlalu besar, namun keduanya sepakat pembebasan retribusi tersebut sangat membantu para pedagang.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya