Pasar Dipadati Warga, Jokowi Minta Jaga Jarak Aman dan Protokol Kesehatan

Selasa, 19 Mei 2020 11:20 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Pasar Dipadati Warga, Jokowi Minta Jaga Jarak Aman dan Protokol Kesehatan Suasana di Pasar Anyar Bogor. ©2020 Merdeka.com/rasyid ali

Merdeka.com - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah, beberapa pasar tradisional mulai dipadati masyarakat. Presiden Joko Widodo menyoroti aktivitas masyarakat berbelanja untuk kebutuhan Idul Fitri.

"Saya melihat pasar-pasar tradisional saat ini mulai ramai karena banyak masyarakat yang belanja dalam rangka persiapan hari raya," kata Jokow dalam rapat terbatas persiapan Idul Fitri melalui siaran telekonference di Istan Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (19/5).

Melihat fenomena tersebut, Jokowi meminta agar pengaturan jarak tetap dilaksanakan dengan baik. Sekaligus mematuhi protokol kesehatan.

"Saya ingin ini dipastikana ada pengaturan jarak yang baik, pakai masker, petugas di lapangan betul-betul bertugas untuk mengingatkan mengenai protokol kesehatan secara terus-menerus," jelas Jokowi.

Diberitakan sebelumnya, meskipun takut terpapar virus corona (Covid-19), namun warga Bogor tidak menerapkan social dan physical distancing terutama saat berkerumun di Pasar Anyar, Kota Bogor, Minggu (17/5).

Hal itu terlihat dalam video yang tersebar lewat media sosial, di mana lautan manusia rela berdesak-desakan, baik untuk membeli bahan pokok maupun pakaian untuk menyambut Idul Fitri.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor, Agustiansyah pun kesulitan membatasi mobilitas warga ini, meski secara umum Pemkot Bogor tengah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Saya tanya sama mereka, kalau mereka takut sama Corona. Tapi, mereka lebih mementingkan untuk membeli baju lebaran untuk anaknya," kata Agus.

Alih-alih menjaga jarak, warga yang menyemut di pasar pun tak jarang yang menggunakan masker untuk melindungi diri. Mereka dengan santainya memilih barang-barang untuk dibelanjakan demi kebutuhan lebaran.

"Sebenarnya tidak masuk akal alasannya. Apalagi mereka tidak mematuhi protokol kesehatan. Sama Corona takut, tapi tidak mau patuh. Sedih juga jadinya kami sudah berupaya, tapi masyarakatnya yang tidak acuh," kata dia. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini