Partai Demokrat dukung pemerintah galang kekuatan tekan AS terkait Yerusalem

Sabtu, 9 Desember 2017 19:00 Reporter : Wisnoe Moerti
Partai Demokrat dukung pemerintah galang kekuatan tekan AS terkait Yerusalem hinca panjaitan. ©2017 Merdeka.com/demokrat.or.id

Merdeka.com - Partai Demokrat menentang dan mengecam pernyataan dan klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Kota Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan memerintahkan Kedutaan Besar Amerika di Tel Aviv agar pindah ke Yerusalem.

Demokrat menilai bahwa pernyataan Donald Trump tersebut akan memicu ketegangan baru di Timur Tengah maupun ketegangan global yang bisa memicu kepada konflik internasional, serta menjadi ancaman terhadap proses perdamaian antara Palestina dan Israel.

"Partai Demokrat menyatakan bahwa demi ketenangan dan kedamaian di Timur Tengah maupun kedamaian Global, agar status Yerusalem tetap dipertahankan sesuai Resolusi PBB nomor 181 tahun 1947 di bawah kewenangan internasional yang hakekatnya menjadikan Yerusalem sebagai kota bersama antara Israel dan Palestina serta diberikan status hukum dan politik yang terpisah (separated body), menuju solusi permanen atas dasar Two State Solution," kata Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan melalui keterangan tertulis, Sabtu (9/12).

Hinca menegaskan bahwa partainya bersikap konflik Palestina bukanlah konflik Agama, namun murni adalah perjuangan hak kemerdekaan Palestina sebagai bangsa. Oleh sebab itu, partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini menyatakan mendukung penuh kemerdekaan Palestina serta Partai Demokrat akan terus berdiri bersama rakyat Palestina memperjuangkan hak kemerdekaannya sebagai bangsa.

Demokrat juga mendukung sikap Pemerintah Indonesia untuk membantu perjuangan rakyat Palestina menuju bangsa merdeka serta agar aktif mengambil posisi menggalang kekuatan global untuk menekan Amerika Serikat secara diplomatis maupun langkah politik lainnya sesuai dengan garis politik luar negeri Bangsa Indonesia yang bebas aktif.

"Dan mendorong PBB maupun Organisasi Negara-negara Islam (OKI) untuk segera mengambil sikap menekan Amerika dan tidak mengakui klaim Presiden Amerika Donald Trump atas Yerusalem," ujarnya. [rzk]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini