Panwaslu Kabupaten Bekasi sulit pantau kampanye di medsos
Merdeka.com - Memasuki masa tenang, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mulai menertibkan alat peraga kampanye di wilayah setempat. Hanya saja, lembaga itu sulit melakukan pengawasan terhadap kampanye di media sosial (medsos).
"Tidak menutup kemungkinan di media sosial tetap ada kampanye," kata Ketua Panwaslu Kabupaten Bekasi Akbar Khadafi, Minggu (12/2).
Ia mengaku kesulitan melakukan pemantauan karena banyaknya akun di medsos. Sejauh ini, pihaknya hanya melakukan pengawasan terhadap lima akun media sosial yang dilaporkan ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Bekasi.
Kelimanya ialah milik semua pasangan calon di antaranya, nomor urut 1 Meilina Kartika Kadir-Abdul Kholik (Menarik), nomor urut 2 Sa'duddin-Ahmad Dhani (SAH), nomor 3 Obon Tabroni-Bambang Sumaryono (Obama), nomor urut 4 Iin Farihin-KH Mahfudz Al-Haifdz (Imam), dan nomor 5 Neneng Hasanah Yasin-Eka Supriatmaja (Neneng-Yes).
"Kami bekerja sama dengan kepolisian untuk mencegah kampanye terselubung di media sosial, karena sesuai aturan masa tenang tidak boleh ada yang kampanye," kata Akbar.
Sebab, kepolisian yang mempunyai peralatan lengkap untuk melakukan pelacakan terhadap media sosial. Pihaknya juga mengimbau kepada tim sukses maupun pasangan calon untuk tertib selama masa tenang.
"Kami akan bekerja maksimal hingga pencoblosan selesai," ujarnya.
Berdasarkan penelusuran merdeka.com, meski sudah memasuki masa tenang hingga dua hari ke depan, di akun media sosial twitter pukul 14.30 Wib, masih saja ada kampanye yang dilakukan sejumlah akun. Akun-akun itu meminta untuk mencoblos pasangan tertentu. (adi nugroho) (mdk/hrs)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya