Panitia berharap Jokowi hadiri Hari Santri Nasional

Kamis, 11 Oktober 2018 23:01 Reporter : Moch. Andriansyah
Jokowi nonton Asian Para Games. ©Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Merdeka.com - Calon Presiden urut 01, Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan membuka puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) yang digelar Pengurus Wilayah nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur di GOR Delta Sidoarjo pada 21 Oktober 2018 mendatang. Namun, kehadiran Jokowi bukan semerta merta masalah dukung mendukung dalam Pilpres.

"Saya berharap terlepas dari itu semua (dukung-mendukung). Karena ini sudah menjadi agenda rutin kita setiap tahun, pas Hari Santri kita selalu mengadakan acara," jawab Ketua Panitia HSN 2018, Reza Ahmad Zahid di kantor PWNU Jawa Timur, Kamis (11/10).

Gus Reza, sapaan akrabnya, menegaskan, alasan Presiden Jokowi diagendakan hadir di puncak peringatan HSN yang dikemas dengan istighosah kubro ini karena kegiatan bertema Persatuan Bangsa ini adalah acara akbar.

"Untuk menjadi syarat acara itu akbar, ya, RI 1 harus hadir di tengah-tengah kita," tegasnya.

"Karena ini momentum Hari Santri! Kita tahu sendiri bahwa Presiden Jokowi adalah presiden yang menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional," imbuhnya.

Gus Reza juga mengaku, kalau pihaknya sudah berkoordinasi serta mengkonsultasikannya ke Bawaslu soal mengundang Presiden Jokowi di puncak acara HSN yang akan digelar di GOR Delta Sidoarjo nanti.

"Kami berharap (HSN) tetap steril dari nuansa-nuansa politis, kami juga memberikan imbauan kepada masyarakat yang hadir dalam acara istighosah kubro, tidak boleh bawa bendera-bendera Parpol, tidak boleh ada atribut-atribut Parpol," tuturnya.

"Kami hanya memperbolehkan dua hal bendera saja, yaitu bendera Indonesia dan bendera NU. Ini kami imbaukan kepada masyarakat," tegasnya lagi.

Gus Reza menjelaskan, selain untuk memperingati HSN, istighosah kubro yang digelar PWNU Jawa Timur ini juga bertujuan untuk mendoakan bangsa Indonesia dari segala macam bencana, seperti gempa dan tsunami yang terjadi di Palu dan Donggal, Sulawesi Tengah.
Dan yang terbaru, Kamis dini hari tadi, Jawa Timur juga diguncang gempa berkekuatan 6,4 Skala Richter (SR).

"Ini (istighosah kubro) satu kesempatan yang luar biasa, negara kita juga terkena musibah semacam ini, kita berdoa bersama," tandasnya.

Tak hanya itu, di tahun politik ini, Indoensia banyak diterpa masalah. Selain bencana alam, juga masifnya berita-berita hoaks yang mengarah pada perpecahan.

"Kenapa kita mengangkat tema Persatuan, ini berangkat dari keprihatinan atas berita-berita tanpa dasar, atau disebut hoaks yang dapat memecah belah bangsa. Mereka (para kiai) resah," akunya.

Selebihnya, panitia menarget, HSN ini akan dihadiri sekitar 1.000 umat. Mulai dari kiai, santri, dan masyarakat umum yang ingin mengikuti istighosah kubro untuk keselamatan dan persatuan bangsa.

"Massa yang akan kami kerahkan sejuta umat. Dari para santri se-Jatim, kemudian masyarakat umum, para kiai, pejabat, kumpul bersama di GOR Sidoarjo," tandasnya. [eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini